REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan peninjauan lapangan terhadap pelaksanaan Program Listrik Desa (Likdes) di Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi. Hasil peninjauan menunjukkan, sebanyak tujuh rumah warga telah menerima sambungan listrik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan telah beroperasi selama satu hingga dua bulan terakhir.
Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Rizaldy Danar Priambodo, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan program bantuan listrik bagi masyarakat kurang mampu berjalan sesuai sasaran. Menurutnya, pengecekan langsung di lapangan menjadi bagian penting dari fungsi pengawasan DPRD terhadap program strategis pemerintah daerah.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana eksekusi Program Listrik Desa Pemprov Jawa Barat di tingkat masyarakat. Di Kelurahan Cibabat ini terdapat tujuh penerima manfaat yang sambungan listriknya baru berjalan satu hingga dua bulan terakhir,” ujar Rizaldy di Kota Cimahi, Senin (2/2/2026).
Rizaldy menuturkan, para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. Kehadiran listrik dinilai sangat membantu pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga, mulai dari penerangan hingga menunjang aktivitas sehari-hari.
Ia menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki Komisi IV, kebutuhan sambungan listrik bagi masyarakat kurang mampu di Jawa Barat masih cukup besar. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 100 ribu rumah tangga yang masih membutuhkan akses listrik melalui Program Listrik Desa.
“Memang realisasinya sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah. Namun, Komisi IV DPRD Jawa Barat berharap program ini dapat terus dilanjutkan dan direalisasikan secara bertahap agar seluruh masyarakat kurang mampu di Jawa Barat bisa menikmati akses listrik yang layak,” katanya.
Program Listrik Desa merupakan salah satu upaya Pemprov Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses infrastruktur dasar.