Senin 23 Feb 2026 15:47 WIB

Sempat Dihentikan, Sholat Tarawih Kilat Kembali Digelar di Indramayu, 23 Rakaat Hanya 6 Menit

Sholat berjamaah itu diikuti oleh puluhan jamaah, baik laki-laki maupun perempuan.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Mas Alamil Huda
Pelaksanaan sholat sunah Tarawih kilat kembali digelar di Pondok Pesantren Al-Qur’aniyah, Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng,  Kabupaten Indramayu, pada Ramadhan tahun ini, Ahad (22/2/2026).  Dengan jumlah 23 rokaat, pelaksanaan sholat Tarawih dan Witir hanya berlangsung selama enam menit.
Foto: Dok Republika
Pelaksanaan sholat sunah Tarawih kilat kembali digelar di Pondok Pesantren Al-Qur’aniyah, Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Ramadhan tahun ini, Ahad (22/2/2026). Dengan jumlah 23 rokaat, pelaksanaan sholat Tarawih dan Witir hanya berlangsung selama enam menit.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Sholat sunah Tarawih kilat kembali digelar di Pondok Pesantren Al-Qur’aniyah, Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Ramadhan tahun ini. Dengan jumlah 23 rakaat, pelaksanaan sholat Tarawih dan Witir hanya berlangsung selama enam menit.

Seperti yang terlihat pada Ahad (22/2/2026) malam, sholat Tarawih kilat itu dipimpin oleh seorang imam muda. Pelaksanaan sholat berjamaah itu diikuti oleh puluhan jamaah, baik laki-laki maupun perempuan, yang semuanya juga masih berusia muda.

Baca Juga

Ketua Yayasan Ponpes Al-Qur’aniyah, KH Azun Mauzun, menjelaskan, pelaksanaan sholat Tarawih kilat itu memang sudah menjadi tradisi yang dilaksanakan setiap tahun di pesantren yang dipimpinnya.

“Ini tradisi yang kita lestarikan, sudah dilaksanakan selama 17 tahun. Kita pertahankan tradisi kultur budaya ini,” ujar Azun kepada Republika.

Azun menjelaskan, alasan dilaksanakannya sholat Tarawih kilat itu dimaksudkan untuk menarik minat generasi muda agar mau melaksanakan shalat Tarawih di malam Ramadhan. Terbukti, dengan waktu sholat yang relatif singkat, anak-anak muda di lingkungan setempat bersemangat untuk datang dan mengikuti shalat Tarawih berjamaah.

“Makmum sholat Tarawih kilat itu tidak ada orang tua, semua anak muda,” tuturnya.

Hal itu dikarenakan gerakan sholat Tarawih kilat membutuhkan stamina yang kuat. Karenanya, bagi para orang tua, sholat Tarawih berjamaah dilaksanakan di ruangan terpisah dengan durasi waktu yang normal.

Azun mengakui, pelaksanaan sholat Tarawih kilat itu menimbulkan pro dan kontra. Namun, ia memastikan pelaksanaan sholat Tarawih kilat tetap mengikuti rukun dan syarat sah shalat.

“Pro kontra itu bagi kami hal yang biasa. Kami tetap laksanakan sesuai rukun dan syarat sholat, tumaninah,” tegas Azun.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement