REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Lembaga Kajian dan Survei Indonesia Strategic Institute (Instrat) merilis hasil survei tingkat kepuasan publik atas kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana-Adhitia Yudisthira selama setahun memimpin. Hasilnya, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja keduanya.
Survei dilakukan pada 12-15 Februari 2026, dengan sampel terpilih sebanyak 450 responden yang mewakili seluruh kelurahan di Kota Cimahi. Survei menggunakan metode wawancara face to face interview dengan Margin of Error 4,57 persen.
Direktur Politik Instrat, Henry Baskoro mengungkapkan, kepuasan masyarakat Kota Cimahi terhadap kepempinan Ngatiyana sebesar 85,6 persen. Sementara yang menyatakan tidak puas 5,8 persen, dan sisanya tidak tahu atau tidak jawab sebesar 8,6 persen.
"Kemudian untuk wakilnya, kepuasan masyarakat sebesar 89,6 persen. Sementara yang menyatakan tidak puas 4,9 persen, lalu sisanya tidak tahu atau tidak jawab sebesar 5.5 persen," ungkap Henry saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Secara kelembagaan, masyarakat menyatakan kepuasannya terhadap kinerja Pemerintahan Kota (Pemkot) Cimahi selama satu tahun belakangan dengan tingkat kepuasan 82,7 persen, 9,8 persen tidak puas, dan 7,5 persen sisanya tidak tahu atau tidak jawab.
Terkait responsivitas Pemkot saat ini jika dibandingkan pemerintahan Kota Cimahi periode sebelumnya, sebanyak 76,7 persen responden menilai respon Pemkot Cimahi saat ini semakin baik, 21,7 persen menilai sama saja, dan 1,6 persen menilai semakin buruk.
Instrat juga merangkum beberapa poin berdasarkan hasil survei yang jadi tuntutan warga Kota Cimahi pada satu tahun masa jabatan Ngatiyana dan Adhitia.
Di antaranya informasi program dan layanan pemkot Cimahi perlu ditingkatkan agar lebih merata, kemudian perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat, perluasan UMKM dengan pemberdayaan para ibu, program dan layanan yang berpihak pada kelompok rentan, menumbuhkan ruang kreatif anak muda, perluasan akses layanan Kesehatan dengan klinik keliling, hingga peningkatan beasiswa pendidikan bagi masyarakat kota Cimahi.
"Kemudian yang juga jadi tuntutan masyarakat yakni isu lingkungan terkait sampah dan banjir perlu mendapat perhatian khusus," kata Henry.