Kamis 26 Feb 2026 16:57 WIB

SPPG Pemasok Menu MBG yang Diduga Bikin Puluhan Siswa dan Guru di Cimahi Keracunan Disetop

Wali Kota meminta seluruh SPPG di Kota Cimahi untuk mengedepankan keamanan.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Karta Raharja Ucu
Korban Keracunan Usai Mengkonsumsi Menu MBG Tengah Mendapatkan Perawatan di RSUD Cibabat, Kota Cimahi pada Rabu (25/2/2026) Malam.
Foto: Ferry Bangkit/ Republika
Korban Keracunan Usai Mengkonsumsi Menu MBG Tengah Mendapatkan Perawatan di RSUD Cibabat, Kota Cimahi pada Rabu (25/2/2026) Malam.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 02 di Kota Cimahi, Jawa Barat ditutup sementara. SPPG itu tidak boleh beroperasional sementara usai olahan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga menjadi pemicu puluhan siswa dan guru mengalami keracunan pada Rabu (25/2/2026).

"Sementara dihentikan, tidak boleh operasional," kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana di RSUD Cibabat, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga

Ngatiyana menyebut sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi untuk melakukan pemeriksaan secar menyeluruh terhadap SPPG yang memproduksi sebanyak 2.662 paket menu MBG yang didistribusikan ke sejumlah sekolah dan Posyandu di wilayah Cimahi Tengah. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bahan evaluasi.

"Tentunya nanti Dinkes akan mengambil keputusan seperti apa hasil pemeriksaan. Kalau memang itu perlu dievaluasi ya dievaluasi, lihat perkembangan nanti situasi kondisi, tempatnya, seperti apa airnya, makanannya, ayamnya, di situlah nanti Dinkes Cimahi akan mengambil langkah," ujar Ngatiyana.

Secara keseluruhan, Ngatiyana meminta seluruh SPPG di Kota Cimahi untuk mengedepankan keamanan dan keselamatan penerima manfaat dalam mengolah menu MBG. Pemkot Cimahi bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan meningkatkan pengawasan usai mencuatnya insiden keracunan yang menumbangkan puluhan siswa dan guru.

"Saya harapkan utamakan untuk keselamatan. Dinkes Cimahi bahkan sampai Forkopimda memantau. Pertahankan yang sudah baik, yang penting untuk keselamatan anak kita," imbuh dia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement