Selasa 10 Mar 2026 03:12 WIB

Stok Daging di Cimahi Aman Jelang Lebaran, Berapa Harganya?

Pedagang mengaku tak bisa menurunkan harga.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Karta Raharja Ucu
 Pedagang daging ayam di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi, Jawa Barat. Stok komoditas pangan di Kota Cimahi dipastikan aman jelang Lebaran 2026.
Foto: Ferry Bangkit/ Republika
Pedagang daging ayam di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi, Jawa Barat. Stok komoditas pangan di Kota Cimahi dipastikan aman jelang Lebaran 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Harga sejumlah komoditas pangan di Kota Cimahi, Jawa Barat bertahan tinggi sejak awal puasa. Meski begitu, ketersediaan dan pasokan dipastikan aman hingga Idul Fitri 1447 Hijriah sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Seperti yang terpantau di Pasar Atas Baru Kota Cimahi pada Jumat (6/3/2026). Harga daging sapi misalnya yang masih bertahan di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Pedagang mengaku tak bisa menurunkan harga karena memang sudah tinggi sejak di tingkat bandar.

Baca Juga

"Sekarang harganya masih Rp140 ribu per kilogram. Dari bandarnya udah tinggi, jadi pedagang enggak ada pilihan lain," kata Suryana (58), salah seorang pedagang Pasar Atas Baru.

Ia memprediksi harga malah akan naik lagi menjelang lebaran nanti. Hal itu dikarenakan permintaan yang biasanya akan mengalami peningkatan. Meski begitu, Suryana memastikan stok daging sapi masih aman dan mencukupi.

"Mungkin bisa sampai Rp160-170 ribu kalau mau Lebaran karena memang biasanya ada kenaikan. Kalau stok aman, sekarang saya paling 800 kilogram per hari, tapi kalau mau lebaran biasanya naik mungkin bisa sampai 1,5 ton," ujar dia.

Begitupun harga daging ayam yang masih bertahan di kisaran Rp41 ribu per kilogram. Harga biasanya sebelum Ramadan berada di bawah Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan ini menurut pedagang merupakan hal yang biasa terjadi di momen hari besar.

"Sekarang masih Rp41 ribu. Tapi beda-beda tergantung sama ukuran ayamnya kan ada yang besar dan kecil juga. Kalau mau Lebaran biasanya naik lagi. Kalau stok aman," ujar Neni, pedagang ayam. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement