Sabtu 21 Mar 2026 06:20 WIB

Fenomena Klasik Gepeng Ramadhan di Kota Cimahi

Mereka memanfaatkan bulan penuh berkah untuk meraup rezeki.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Ilham Tirta
Ilustrasi penertiban gelandang dan pengemis (gepeng).
Foto: dok. Humas Pemkot Malang
Ilustrasi penertiban gelandang dan pengemis (gepeng).

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Gelandangan dan pengemis alias gepeng kembali menjamur di Kota Cimahi, Jawa Barat selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Mereka memanfaatkan bulan penuh berkah ini untuk meraup rezeki dari uluran tangan.

Membawa karung dan gerobak, mereka duduk menanti uluran tangan di sejumlah trotoar jalan di Kota Cimahi. Seperti Jalan Gatot Subroto, di Jalan Urip Sumohardjo, Simpang Gandawijaya, lalu Jalan Amir Machmud. Jumlahnya lebih banyak ketimbang hari-hari biasanya. 

Mereka berkelompok, menunggu ada dermawan berhenti lalu memberikan makanan atau uang. "Ya PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial) ini menjelang momen seperti Idul Fitri selalu berdatangan ke sini. Biasanya mereka ini bukan asal Cimahi, tapi sengaja datang dari luar daerah," kata Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira saat dikonfirmasi, Kamis (19/3/2026).

Adhitia sudah menginstruksikan Dinas Sosial Kota Cimahi untuk menjaring para tunawisma itu, kemudian dilakukan pendataan. Barulah setelahnya akan dirumuskan penyelesaian untuk keberadaan mereka.

"Nanti Dinsos Cimahi akan mengecek ke lapangan, biasanya juga kucing-kucingan. Kita akan rumuskan penyelesaiannya seperti apa," kata Adhitia.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Kota Cimahi, Supijan Malik menyebut tunawisma yang ada di Cimahi berasal dari luar daerah. Di antaranya Indramayu, Cianjur, serta daerah lainnya. 

"Nah di Cimahi ini sebetulnya banyak tunawisma kiriman. Rata-rata memang bukan berasal dari Cimahi," kata Supijan.

Menurut Supijan, pihaknya bersama personel Satpol PP sudah berkali-kali melakukan penertiban, bahkan jauh sebelum Ramadhan. Namun ketika sudah dikembalikan ke daerah asal, para tunawisma itu kembali ke kehidupan jalanan. 

"Jadi sebagian dari mereka itu ada yang mengkoordinir, jadi datang itu ada yang antar, pulang beberapa hari kemudian. Tujuannya ada yang cuma menjadi pengemis, di luar Ramadhan itu berburu Jumat berkah. Apalagi di Ramadhan seperti ini," kata Supijan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement