Jumat 04 Sep 2026 17:54 WIB

Harga Daging Sapi dan Ayam Disubsidi, Laris Diborong Warga di GPM Kota Cirebon

Harga subsidi daging sapi dari Rp160 ribu per kilogram menjadi Rp130 ribu.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
 Pedagang daging ayam di pasar tradisional.
Foto: Ferry Bangkit/ Republika
Pedagang daging ayam di pasar tradisional.

REPUBLIKA.CO.ID, Cirebon -- Pemkot Cirebon kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM), Kamis (3/9/2026). Sejumlah komoditas pun laris manis diborong oleh warga yang ramai mendatangi GPM yang digelar di Lapangan Bola Kesambi Dalam, Kelurahan Drajat, Kota Cirebon.

Salah satu komoditas yang laris diborong masyarakat adalah daging sapi. Pedagang yang menyediakan komoditas itu bahkan sampai harus menambah barang jualannya karena habis dibeli oleh warga yang datang.

Baca Juga

“Hari ini saya bawa stok 30 kilogram, habis semua," kata seorang pedagang daging sapi di GPM tersebut, Eka.

Eka mengatakan, dalam kondisi normal, daging sapi harganya Rp160 ribu per kilogram. Namun dalam GPM, daging sapi dapat subsidi sehingga hanya dijual Rp 130 ribu per kilogram.

Selain daging sapi, komoditas lain yang juga laris diserbu warga adalah daging ayam potong. Di GPM, daging ayam potong dihargai Rp 35 ribu per kilogram, lebih murah dibanidngkan apsaran yang mencapai Rp 38 ribu per kilogram.

Wali Kota Cirebon, Effendy Edo, mengatakan, berbagai kebutuhan pokok tersedia dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, minyak goreng hingga komoditas pangan lainnya. Ia menilai, tingginya minat masyarakat terlihat dari penjualan daging ayam yang telah habis dalam waktu relatif singkat.

“Ini menunjukkan bahwa sebenarnya daya beli masyarakat masih tinggi. Masyarakat tetap membutuhkan bahan pangan, tetapi dalam kondisi seperti sekarang mereka tentu akan mencari harga yang lebih murah,” jelasnya.

Ia mencontohkan harga daging ayam yang dijual dalam kegiatan GPM. Jika harga di pasar berada di kisaran Rp 38 ribu, komoditas yang sama dalam kegiatan tersebut dijual dengan harga sekitar Rp 35 ribu.

Pemkot Cirebon, lanjutnya, akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan dengan harga yang wajar, terutama ketika terjadi pergerakan harga pada sejumlah komoditas.

“Makanya Pemerintah Kota, BI, dengan Bulog ini terus melakukan pasar murah. Kita ingin masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Edo.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi