Kamis 08 Oct 2026 08:17 WIB

Sidkon Djampi Nilai Pesantren Kini Semakin Inovatif dan Modern

Pesantren dinilai memiliki potensi besar.

Rep: Muhammad Taufik/ Red: Muhammad Hafil
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB Sidkon Djampi.
Foto: Dok Istimewa
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB Sidkon Djampi.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB Sidkon Djampi menilai pesantren saat ini semakin berkembang dengan pendekatan pendidikan yang inovatif dan modern. Hal itu terlihat dari kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A Muhaimin Iskandar ke Pesan Trend atau Sekolah Rimba Indonesia yang dikembangkan Yayasan Pemuda Hijrah di Kabupaten Bandung.

Menurut Sidkon, kunjungan Menko Muhaimin menunjukkan bahwa model pendidikan dan pemberdayaan yang dikembangkan pesantren mendapat perhatian pemerintah. Pesantren dinilai memiliki potensi besar untuk tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pengembangan keterampilan dan kemandirian masyarakat.

“Pesantren sekarang sudah semakin inovatif dan modern. Tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memberikan keterampilan kepada santri dan masyarakat agar mampu mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya,” ujar Sidkon, Kamis (8/10/26).

Ia mengatakan, apa yang dilakukan Pesan Trend menjadi contoh menarik bagaimana pendidikan pesantren dapat dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat. Para santri tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan seperti pertanian, peternakan, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan komoditas lokal.

Menurut Sidkon, pola tersebut penting karena santri perlu memiliki bekal yang lebih luas ketika nantinya terjun ke masyarakat. Pengetahuan agama dan akademik dapat berjalan beriringan dengan keterampilan hidup serta kemampuan melihat peluang.

“Ini model yang bagus. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi langsung melihat dan mempraktikkan bagaimana potensi di sekitar mereka bisa dikembangkan,” katanya.

Sidkon menilai kunjungan Menko Muhaimin juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pesantren. Dukungan pemerintah, menurutnya, dapat diarahkan pada pendampingan, peningkatan kapasitas, akses pasar, serta pengembangan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki pesantren dan masyarakat sekitar.

Ia berharap model pemberdayaan seperti di Pesan Trend dapat menginspirasi pesantren lainnya di Jawa Barat. Setiap pesantren, kata dia, dapat mengembangkan program sesuai karakter dan potensi wilayah masing-masing.

“Pesantren punya potensi besar menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Tinggal bagaimana inovasi yang sudah ada diperkuat dan diperluas,” ujar Sidkon.

Ia menambahkan, perkembangan pesantren dengan pendekatan yang lebih modern tidak berarti meninggalkan nilai-nilai tradisi dan keagamaan. Justru, inovasi tersebut dapat menjadi cara agar pesantren tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda dan tantangan zaman.

Sidkon berharap perhatian pemerintah terhadap pesantren semakin kuat sehingga lembaga pendidikan tersebut dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman agama, tetapi juga terampil, mandiri, kreatif, dan mampu menciptakan peluang bagi dirinya serta masyarakat sekitar. 

Berita Lainnya

Rekomendasi