Kamis 08 Oct 2026 18:10 WIB

Konsep Ekonomi Sirkular TPST Pasirbuluh Pikat Investor Dalam dan Luar Negeri

Konsep ini menunjukkan bahwa sampah tidak dilihat sebagai masalah.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Ahmad Fikri Noor
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail TPST Pasirbuluh di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam event West Java Investment Roadshow 2026, Kamis (8/10/2026).
Foto: Pemkab Bandung Barat
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail TPST Pasirbuluh di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam event West Java Investment Roadshow 2026, Kamis (8/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail memaparkan proyek Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pasirbuluh di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam event West Java Investment Roadshow 2026, Kamis (8/10/2026).

TPST Pasirbuluh hasil seleksi West Java Investment Challenge (WJIC) 2026 yang dinisiasi Pemprov Jabar itu diproyeksikan untuk pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dengan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya serta meminimalisir limbah.

Baca Juga

West Java Investment Roadshow 2026 bertema "Essential Infrastructure for Inclusive Investment" merupakan ajang bergengsi yang menjadi wadah strategis dalam mempromosikan potensi dan peluang investasi daerah menuju The 8th West Java Investment Summit 2026.

Dalam sesi business matching, Pemkab Bandung Barat mencatat sebanyak lima sesi pertemuan intensif bersama para calon investor dan mitra strategis, di antaranya JFE Engineering Corporation, Tigalapan Investama Group, Enterprise Singapore, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), dan DS Public Speaking Center.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyambut positif hasil pertemuan tersebut, khususnya atas ketertarikan dari perwakilan perdagangan internasional seperti Enterprise Singapore dan MATRADE Malaysia yang tertarik dengan proyek unggulan dari Kabupaten Bandung Barat serta satu perusahaan dalam negeri, Tigadelapan Investama Group.

"Dalam kegiatan business matching hari ini, kami mencatat ada lima sesi pertemuan dengan calon investor. Dari pertemuan tersebut, kami menyambut baik ketertarikan dari dua perwakilan perdagangan internasional, dan satu perusahaan dalam negeri," kata Jeje.

Menurut Jeje, konsep ini menunjukkan bahwa sampah tidak dilihat sebagai masalah. Dengan konsep ekonomi sirkular, Bandung Barat tidak hanya mengurangi timbulan sampah, namun juga menciptakan nilai ekonomi dan memperkuat partisipasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan, termasuk kolaborasi lintas sektor atau pentahelix yang menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

"Ini menunjukkan bahwa isu pengelolaan sampah di Bandung Barat tidak hanya dilihat sebagai masalah, tetapi sebagai peluang investasi yang bernilai ekonomi tinggi di mata internasional," ujar Jeje.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Ibrahim Aji menambahkan, keberadaan TPST Pasirbuluh akan sangat bermanfaat untuk pengelolaan sampah di wilayahnya. Apalagi TPA Sarimukti yang selama ini menjadi tumpuan pembuangan sampah kapasitas pakainya akan segera penuh.

"TPST Pasirbuluh di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang ini merupakan langkah krusial untuk mengantisipasi rencana penutupan TPA Sarimukti," ujar Ibrahim.

TPST Pasirbuluh juga disiapkan untuk mengantisipasi tingginya biaya operasional pembuangan sampah jika sudah dipusatkan ke TPPAS Legok Nangka di Kabupaten Bandung. Di TPST yang baru itu, nantinya sampah bukan hanya sekedar dibuang, tapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

"Kehadiran TPST modern berbasis ekonomi sirkular ini menjadi solusi terintegrasi—mengolah sampah wilayah utara (Lembang, Parongpong, Cisarua) dari sumbernya secara ramah lingkungan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi," kata Ibrahim.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KBB Hendra Trismayadi menegaskan, pihaknya siap memfasilitasi dan mengawal proses investasi TPST Pasirbuluh hingga terealisasi.

"Tugas DPMPTSP selanjutnya adalah memastikan kemudahan. Kami akan melakukan pendampingan intensif, fasilitasi perizinan yang cepat, transparan, dan memberikan kepastian berusaha agar minat ini bisa berlanjut ke tahap Feasibility Study dan komitmen investasi nyata," kata Hendra.

Berita Lainnya

Rekomendasi