Kamis 29 Oct 2026 20:42 WIB

Sidkon Djampi Tekankan Peran Pesantren dalam Siapkan Karakter Pemuda

Momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi penyemangat bagi generasi muda.

Rep: Muhammad Taufik/ Red: Muhammad Hafil
Sidkon Djampi
Foto: Makom Albab
Sidkon Djampi

Anggota Komisi I DPRD Jabar, Sidkon Djampi menekankan pentingnya peran pesantren dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman. Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa santri memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

“Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter dan kemandirian generasi muda. Nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta kepedulian sosial yang ditanamkan di lingkungan pesantren menjadi bekal bagi santri untuk terjun ke tengah masyarakat,” ujar Sidkon, Kamis (29/10/26).

Ia menilai bahwa semangat Sumpah Pemuda perlu menjadi inspirasi bagi kalangan santri untuk mengambil peran lebih luas. Dengan bekal ilmu agama dan pengetahuan umum, pemuda santri diharapkan mampu berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pengembangan teknologi.

Perkembangan zaman menuntut generasi muda untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi. Karena itu, santri perlu memiliki keterampilan yang dapat mendukung kemandirian sekaligus memperluas kesempatan mereka dalam dunia kerja maupun kewirausahaan.

Sidkon juga melihat pesantren memiliki potensi untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Berbagai usaha yang tumbuh di lingkungan pesantren dapat menjadi sarana pembelajaran bagi santri dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Pengembangan ekonomi kreatif, termasuk pemanfaatan teknologi digital, juga dapat menjadi peluang bagi pemuda santri. Potensi kuliner, kerajinan, dan produk lokal lainnya bisa dikembangkan agar memiliki nilai tambah serta menjangkau pasar yang lebih luas.

Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat perlu membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan serta mewujudkan gagasan mereka menjadi kegiatan yang produktif.

Menurut Sidkon, penguatan peran pesantren juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga berpegang pada nilai moral dan keagamaan. Keseimbangan tersebut penting agar kemajuan yang dicapai tetap disertai tanggung jawab sosial.

“Momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi penyemangat bagi generasi muda, khususnya para santri, untuk terus belajar, berkarya, dan menjaga persatuan. Pesantren diharapkan terus melahirkan generasi yang berakhlak, mandiri, dan mampu mengambil peran dalam pembangunan negeri,” tutup Sidkon. 

Berita Lainnya

Rekomendasi