Selasa 07 Mar 2023 15:47 WIB

Harga Kebutuhan Pokok di Tasikmalaya Masih Relatif Tinggi

Beberapa harga komoditas pangan di Tasikmalaya masih tinggi.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Nora Azizah
Beberapa harga komoditas pangan di Tasikmalaya, Jawa Barat, masih relatif tinggi.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Beberapa harga komoditas pangan di Tasikmalaya, Jawa Barat, masih relatif tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sekitar dua pekan menjelang Ramadhan, harga kebutuhan pokok di Kota Tasikmalaya masih relatif tinggi. Beberapa komoditas yang harganya masih tinggi antara lain beras, minyak goreng, cabai, dan bawang putih.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM Indag) Kota Tasikmalaya, Hendro Haryoko, mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pemantauan di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan, ketersediaan bahan pokok relatif masih cukup.

Baca Juga

"Sejauh ini ketersediaan aman," kata dia saat dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (7/3/2023).

Kendati demikian, menurut dia, harga kebutuhan pokok di pasaran masih relatif tinggi. Bahkan, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan, seperti bawang putih. Sementara komoditas lainnya, seperti beras, minyak goreng, dan cabai, cenderung stabil dengan harga yang tinggi. 

 

Berdasarkan data per 6 Maret 2023, harga beras di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya berkisar Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogram. Sementara harga minyak goreng kemasan refill Rp 18 ribu per liter, kemasan botol Rp 22 ribu per liter, minyak curah Rp 15.500 per kilogram, dan minyak goreng kemasan sederhana Rp 16 ribu per liter. Sedangkan harga telur ayam Rp 26 ribu per kilogram. 

Selain itu, harga cabai merah biasa Rp 38 ribu per kilogram, keriting Rp 35 ribu per kilogram, rawit domba Rp 65 ribu per kilogram, dan rawit hijau Rp 45 ribu per kilogram. Harga bawang putih Rp 28 ribu per kilogram dan bawang merah Rp 35 ribu per kilogram. 

Hendro mengatakan, harga beras masih relatif tinggi dikarenakan musim panen di berbagai daerah belum merata. Selain itu, kondisi cuaca juga masih sering hujan, sehingga proses panen dan distribusi beras menjadi terkendala.

"Mudah-mudahan mendekati Ramadhan makin lancar, sehingga stok akan aman. Namun, kami juga sudah memiliki stok beras dari Bulog," kata dia.

Ihwal ketersediaan minyak goreng, Hendro menjelaskan, untuk kemasan premium masih cenderung aman. Namun, Minyakita masih relatif sulit ditemukan di pasaran.

"Provinsi sebenarnya sudah mulai mendistribusikan ke distributor. Namun belum banyak dan merata ke kios. Kami akan pantau harga jual tertinggi untuk Minyakita Rp 14 ribu per liter," kata Hendro.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Heru Susanto, mengatakan, ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran masih aman hingga menjelang Ramadhan. Namun, ia tak bisa menjamin harga kebutuhan pokok itu akan stabil.

"Kenaikan mungkin terjadi karena kebutuhan meningkat jelang Ramadhan. Sekarang juga beras masih tinggi, premium masih sekitar 13 ribu per kilogram," kata dia.

Ia menilai, kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan merupakan hal yang wajar. Pasalnya, pada momen itu permintaan masyarakat akan meningkat, sehingga harga menjadi naik.

"Ini kan terjadi setiap menjelang hari besar," kata Heru.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga secara signifikan, ia mengatakan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tasikmalaya berencana membuat program gelar pangan murah. Kegiatan itu rencananya akan dilakukan di 10 kecamatan. 

"Itu dilakukan untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok," kata dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Republika, gelar pangan murah itu akan mulai dilakukan pada 11 Maret 2023. Kegiatan itu akan dilakukan secara bergantian di berbagai lokasi Kota Tasikmalaya hingga setelah Idulfitri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement