Rabu 08 Mar 2023 17:26 WIB

PBA Sertakan 15 UMKM Binaan pada Ajang Inacraft 2023

Inacraft merupakan ajang pelaku UMKM mengenalkan produk etnik dan kerajinan tangan.

UMKM Binaan Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) ikut serta dalam Pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) tahun 2023.  Dalam ajang Inacraft  yang diikuti 1.118 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari seluruh wilayah Indonesia tersebut, PBA menyertakan 15 UMKM binaannya untuk bergabung ikut pameran.
Foto: dokpri
UMKM Binaan Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) ikut serta dalam Pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) tahun 2023. Dalam ajang Inacraft yang diikuti 1.118 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari seluruh wilayah Indonesia tersebut, PBA menyertakan 15 UMKM binaannya untuk bergabung ikut pameran.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- UMKM Binaan Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) ikut serta dalam Pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) tahun 2023.  Dalam ajang Inacraft  yang diikuti 1.118 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari seluruh wilayah Indonesia tersebut, PBA menyertakan 15 UMKM binaannya untuk bergabung ikut pameran. 

Selain PBA, Inacraft juga diikuti oleh  904 anggota Asephi dan 214 non anggota dengan mengisi dari 1.200 booth, yang menempati Assembly Hall Stand Nomor 84 di Jakarta Convention Centre, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Ketua Umum PBA, Ary Zulfikar mengatakan pameran Inacraft 2023 merupakan ajang bagi para pelaku UMKM Alumni untuk mengenalkan produk etnik dan kerajinan tangan dari berbagai macam daerah serta membaca peluang pasar.  

"Banyaknya pelaku usaha dan pengrajin yang ikut  berpartisipasi dalam pameran Inacraft ini, merupakan media pembelajaran bagi pelaku UMKM Alumni untuk bersaing dengan para pelaku UMKM lainnya yang mungkin menjual produk sejenis," jelasnya dalam siaran pers, Rabu (8/3/2023).

 

Karena itu ia meminta agar para pelaku UMKM Alumni dituntut juga untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produk yang dapat bersaing di pasar nasional dan internasional.

PBA melakukan kurasi terhadap UMKM binaannya yang ikut dalam pameran tersebut. Hasilnya ada 15  pelaku UMKM Alumni yang telah lolos kurasi dari klaster fesyen dan handicraft yang dilakukan oleh unit UMKM Alumni PBA. 

15 UMKM tersebut  terdiri dari  tenun baduy-shagira, Dewi Utami baju batik, Tas songket d'ajeng, Natakusae Fashion, Kembang Kamonesan asesoris, Lucy Gallery tas, Kambaniru hijab, Nizana hijab, Noviana craft tas anyaman, Andya handmade tas etnik, Qukyta shoes, Quais-busana etnik, Nara Beads-asesoris mutiara, Roemah Taffira, dan Athira Designed At You, Fashion Etnik & Hand Painting.

Selama lima hari pameran Inacraft 2023, pelaku UMKM Alumni PBA berhasil menjual berbagai pakaian etnik serta produk kreatif lainnya dengan rata-rata penjualan 12-15 juta per harinya. 

"PBA selalu membuka peluang pasar bagi anggota UMKM Alumni PBA dengan melibatkan para anggotanya dalam setiap kegiatan ekshibisi, fashion show dan pameran seperti kegiatan Inacraft 2023," ujar pria yang akrab dipanggil Azoo ini.

Selain itu, pelaku UMKM Alumni juga belajar berinteraksi dengan para konsumen, sekaligus membaca selera pasar, sehingga dapat menciptakan produk baru yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. 

"Mungkin ini sayu-satunya stan yang isinya adalah UMKM dari alumni Universitas Padjadjaran, ada di situ dari kampus lain, ada organisasi-organisasi dari pemerintah atau organisasi di bawah pemerintah, tetapi untuk organisasi mandiri apalagi mengatasnamakan alumni universitas, kayaknya kita cuma satu-satunya," jelas Ketua Hubungan Antar Lembaga PBA, Dewi Tenty.

Menurut Dewi, keuntungannya adalah dengan beragamnya produk UMKM yang sudah dikurasi membuat produk ditawarkan memiliki banyak variasinya. Karena kalau cuma satu stand yang isinya pakaian saja atau asesoris saja, sepertinya daya saingnya lebih berat. UMKM PBA bisa menghadirkan lebih banyak variasi. 

Inacraft 2023 dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraft/Kabaparekraft) Sandiaga Uno yang mewakili Presiden Joko Widodo pada hari Rabu (1/3/2023). 

Sandiaga Uno mendorong para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) yang berpartisipasi di ajang Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2023 bisa menjadi agen perubahan untuk kebangkitan ekonomi nasional.  

Sandiaga menjelaskan Indonesia masuk tiga besar dunia, karena ekonomi kreatif bisa mampu berada di posisi ke-3 setelah Amerika dan Korea Selatan. Pemerintah harus mampu mendukung pelaku UMKM ekonomi kreatif agar sektor ini bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. 

Inacraft tahun ini berlangsung yang berlangsung mulai 1 hingga 5 Maret 2023 dengan mengangkat produk-produk kerajinan unggulan serta kekayaan tradisi, seni, dan budaya Sulawesi Selatan dengan tagline "The Authentic South Sulawesi".

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement