Kamis 06 Apr 2023 05:13 WIB

Kisah Magis Minyak Bintang yang Masuk Warisan Budaya tak Benda

Ida Dayak bisa menyembuhkan beberapa penyakit dengan menggunakan minyak bintang.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Agus Yulianto
Ida Dayak
Foto: Tangkapan Layar
Ida Dayak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nama Ida Dayak belakangan menjadi viral dengan pengobatan alternatif yang dibanjiri pasien. Menggunakan minyak bintang khas Dayak, Ida mengaku, bisa menyembuhkan patah tulang, stroke, dan beberapa penyakit lainnya.

Lantas, apa sebenarnya minyak bintang dan bagaimana kisah magisnya? Minyak bintang masuk dalam Warisan Budaya Takbenda Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia.

 

photo
Sejumlah warga menunggu untuk mendapatkan pengobatan tradisional di Area Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (3/4/2023). Para warga antusias mendatangi dan rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan pengobatan tradisional Ida Andriani alias Ida Dayak bahkan ada yang sudah datang dari Subuh. (Republika/Prayogi.)

 

 

Dari situs resmi Kemendikbud, minyak bintang merupakan salah satu dari ilmu magis yang berkembang dalam masyarakat Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Tujuan orang mempelajari ilmu minyak bintang ini adalah untuk bisa bertahan dan menyerang musuh.

Ilmu ini, pada masa dulunya dipelajari karena masih seringnya terjadi peperangan antarsuku. Ilmu minyak bintang ini dapat diperoleh dengan cara dibeli (temaai) sebesar lima sampai sepuluh antang.

Pada masa itu, nilai sebesar ini sangatlah besar sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang mampu memiliki ilmu ini sangat sedikit. Seseorang yang memiliki ilmu minyak bintang ini biasanya akan kurang minatnya untuk mempelajari ilmu lainnya.

Keistimewaan dari ilmu minyak bintang ini menurut kepercayaan masyarakat adalah dapat menghidupkan pemiliknya yang mati terbunuh. Bila bintang-bintang di langit sudah nampak, niscaya pemilik ilmu ini akan dapat hidup kembali.

Adapun cara pemakaian dari ilmu minyak bintang ini adalah dengan meminum beberapa tetes minyak bintang pada malam hari dan itu diyakini akan dapat bertahan seumur hidup.

“Walaupun ampuh, minyak bintang ini juga ada batasnya, di mana ilmu ini hanya bermanfaat bagi pemilik ilmu tetapi tidak bisa menolong orang lain,” kata Kemendikbud dalam tulisannya.

Selain itu, ilmu ini tidak akan berguna apabila pemilik ilmu ini ketika terbunuh organ tubuhnya dipotong-potong terpisah dan dikuburkan saling berjauhan, sehingga pemilik ini tidak dapat hidup lagi. Fungsi sosial dari ilmu ini pada masa itu adalah untuk penambah semangat membela sukunya masing-masing dalam perang suku.

Jika menilik dari pernyataan Kemendikbud, artinya minyak bintang hanya dapat menolong sang pemilik ilmu dan tidak bisa menolong orang lain seperti yang dilakukan Ida Dayak. Meskipun dalam pengobatannya Ida selalu melafazkan tahlil, metode ini masih belum dipastikan keampuhannya.

Kisah magis lainnya dari minyak bintang ini adalah memiliki tiga golongan. Dari golongan tiga, dipergunakan untuk luka-luka. Kemudian golongan dua, dapat digunakan sebagai ajian kekebalan. Dan golongan satu disebut minyak super, karena dipercaya dapat menghidupkan orang mati.

Minyak bintang ini disebut-sebut cukup dioleskan sedikit pada bagian tubuh dengan sedikit ritual tertentu, untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Dan ini akan semakin efektif ketika dilakukan di bawah sinar bintang malam hari.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement