Jumat 07 Apr 2023 16:22 WIB

Lahan Rancaupas Kembali Menghijau

Rancaupas kembali bisa menerima kunjungan wisata untuk meningkatakan ekonomi warga.

Kondisi Rancaupas terbaru setelah dipulihkan oleh PT Palawi dan Perum Perhutani.
Foto: Dok. PT Palawi
Kondisi Rancaupas terbaru setelah dipulihkan oleh PT Palawi dan Perum Perhutani.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Perhutani melalui anak perusahaannya yakni PT Perhutani Alam Wisata menunjukkan lahan kawasan wisata Rancaupas, Kabupaten Bandung, yang kembali menghijau pasca adanya kerusakan akibat kegiatan motor trail pada Ahad (5/3). Direktur Utama PT Perhutani Alam Wisata Lucy Mardijana mengatakan, pasca- kerusakan itu pihaknya melakukan penanaman bibit guna merehabilitasi lahan tersebut.

Penanaman bibit itu pun menurutnya menggandeng berbagai pihak, mulai dari pecinta alam, warga lokal, hingga lembaga lainnya."Semoga langkah-langkah rehabilitasi lingkungan yang dilakukan dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan," kata Lucy, Jumat (7/4/2023).

Adapun sebagian lahan yang rusak itu berlokasi di dekat akses menuju kawasan hutan yang ada di Rancaupas. Area yang rusak itu sebelumnya menjadi trek bagi ratusan motor trail untuk masuk ke area tersebut.

Dalam foto yang ditunjukkan oleh PT Perhutani Alam Wisata, tampak lahan yang sebelumnya rusak itu kini telah kembali tumbuh rumput hijau meski belum setinggi semak-semak di sekelilingnya.

Lucy pun memastikan, kini kawasan wisata Rancaupas sudah bisa dibuka untuk dikunjungi wisatawan. Namun, kata dia, area yang direhabilitasi itu pun bersifat terbatas dan tak bisa dikunjungi wisatawan.

Menurutnya, Rancaupas kembali bisa menerima kunjungan wisata itu karena pihaknya tidak ingin perekonomian masyarakat di sekitar Rancaupas menjadi menurun karena tidak ada wisatawan. "Kita sangat paham di situ banyak pedagang masyarakat sekitar yang berjualan, otomatis sangat mengandalkan operasional tempat wisata. Kalau kita tutup terus, lama-lama perekonomian akan mati," kata dia.

Dengan mulai pulihnya lahan tersebut, dia berharap, pengelolaan tempat wisata bisa seimbang antara bisnis, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian lingkungan. 

"Pengelola destinasi wisata alam dapat melakukan kegiatan pariwisata secara lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, dengan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan di sekitar area hutan. Dengan pengelolaan yang baik, kualitas lingkungan dapat terjaga dan tetap lestari," harapnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement