Ahad 07 May 2023 21:37 WIB

Ada 91 Kejadian Bencana di Kota Tasikmalaya Sejak Januari 2023

Mayoritas bencana yang terjadi adalah rumah roboh dan tanah longsor akibat hujan

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani
Warga berjalan melintasi material tanah longsor yang menimbun jalan dan rumah di Desa Banyurasa, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (4/5/2023). Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Tasikmalaya mengakibatkan jalan penghubung Kecamatan Sukahening dengan Cisayong tertutup material tanah longsor dan menyebabkan dua rumah tertimbun tanah longsor, serta 15 jiwa terpaksa mengungsi.
Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustom
Warga berjalan melintasi material tanah longsor yang menimbun jalan dan rumah di Desa Banyurasa, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (4/5/2023). Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Tasikmalaya mengakibatkan jalan penghubung Kecamatan Sukahening dengan Cisayong tertutup material tanah longsor dan menyebabkan dua rumah tertimbun tanah longsor, serta 15 jiwa terpaksa mengungsi.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat terdapat 91 kejadian bencana sejak Januari 2023. Mayoritas kejadian bencana yang terjadi adalah rumah roboh dan tanah longsor akibat kondisi hujan.

Penata Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tasikmalaya Erik Yowanda mengatakan, bencana yang diakibatkan akibat cuaca hujan itu masih terjadi hingga Mei 2023. Padahal, status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Kota Tasikmalaya telah berakhir pada April 2023.

"Mungkin karena masih peralihan, curah hujan masih tinggi," kata dia, Sabtu (6/5/2023).

Berdasarkan data BPBD Kota Tasikmalaya, baru beberapa hari memasuki bulan Mei 2023, sudah ada delapan kejadian bencana di wilayah Kota Tasikmalaya. Terakhi, terjadi bencana banjir yang menyebabkan enam rumah terendam di Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, pada Sabtu pagi.

Menurut Erik, BPBD Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah meminta kabupaten/kota untuk memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Mengingat, curah hujan di sebagian wilayah Jabar masih cukup tinggi, termasuk di Kota Tasikmalaya.

Namun, ia mengaku masuh harus berkoordinasi dengan pimpinan daerah untuk perpanjangan status siaga darurat. "Nanti kita akan komunikasi dengan pimpinan akan perpanjangan atau tidak," kata Erik.

Kendati status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Kota Tasikmalaya telah berakhir, Erik tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi bencana. Mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih sering terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement