Senin 15 May 2023 17:14 WIB

Apindo Jabar Sambut Baik Perusahaan Alas Kaki AS Ekspansi di Cirebon

New Balance di Cirebon, ditargetkan mulai berproduksi pada Agustus 2023.

Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik.
Foto: Istimewa
Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat menyambut baik rencana ekspansi dan investasi perusahaan alas kaki internasional asal Boston Amerika Serikat, New Balance, di Indonesia, khususnya di Jabar. New Balace menambah satu pabrik baru di Cirebon.

"Hal ini akan memberikan kesempatan besar bagi pengusaha lokal untuk membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak lagi," kataKetua Apindo Jawa Barat Ning Wahyu dalam keterangannya di Bandung, Senin (15/5/2023).

Dalam kegiatan New Balance Materials Summit yang dihadiri oleh jajaran pimpinan New Balance, pemilik/pimpinan perusahaan alas kaki New Balance di Indonesia, Vietnam, China, Menteri Investasi RI Bahlil Lahadalia dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, diketahui bahwa pabrik baru New Balance di Cirebon, ditargetkan mulai berproduksi pada Agustus 2023 dan akan ada penambahan kapasitas di pabrik yang berada di Kabupaten Majalengka.

NingWahyu menyebutkan, secara nasional lulusan SMA/SMK setiap tahunnya sebesar 3, 7 juta dan dari jumlah tersebut hanya setengah atau sekitar 48-49 persen yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ini artinya ada 1,9 juta siswa yang membutuhkan pekerjaan sedangkan di Jawa Barat lulusannya sejumlah 560 ribu setiap tahunnya.

Hal tersebut menandakan bahwa banyak sekali lulusan baru yang membutuhkan lapangan kerja. "Kita bersyukur sekali bahwa ada investor padat modal yang masuk. Tetapi, kita juga butuh investor padat karya sehingga para pengusaha dapat menampung lulusan SMA/SMK yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi," kata dia.

Ning menuturkan, investasi New Balance yang termasuk ke dalam kategori padat karya ini menandakan adanya perluasan lapangan kerja di Jawa Barat, yang menciptakan kesempatan lebih besar bagi tenaga kerja baru untuk masuk ke dalam industri.

Dia menambahkan, investor membutuhkan jaminan keamanan, kepastian hukum, perizinan dan kebijakan yang mendukung dunia usaha. Semua keinginan New Balance diakuinya sudah dijawab tuntas pemerintah dan digaransi semua usaha akan dilakukan untuk mempermudah investasi masuk ke Indonesia.

Sementara itu Director of Materials Asia New Balance Vik Saran, menambahkan, Pemerintah Indonesia memberikan kepastian dukungan untuk iklim investasi terus mengalir deras.Vik Saran mengakui, para investor selama ini merasa bimbang dan menunggu kepastian setelah Pemilu 2024.

"Pertanyaan besarnya adalah apakah kebijakan UU Ciptaker akan berlanjut setelah Pemilu dan pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik sekali Menteri Luhut (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan) hari ini didukung dengan data sebagai bukti," kata dia.

"Jika ada sesuatu yang sudah bagus, tidak usah diperbaiki, itu sudah benar. Jadi, saya pikir para investor sudah mendapatkan jawabannya hari ini," lanjut dia.

Vik mengatakan, ekspansi ke Indonesia diakuinya merupakan bagian dari strategi New Balance dalam meningkatkan kapasitas manufaktur. New Balance berharap dapat memberikan lapangan kerja bagi masyarakat di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat terutama di Cirebon dan Majalengka.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement