Ahad 04 Jun 2023 23:08 WIB

Tukar Sampah di Kuningan Bisa Dapat Mi Instan Sampai Emas

Diharapkan kesadaran warga Kabupaten Kuningan mengelola sampah meningkat.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Irfan Fitrat
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan mengadakan program tukar sampah plastik atau kertas dengan logam mulia maupun barang-barang kebutuhan pokok.
Foto: Dok diskominfo Kabupaten Kuninga
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan mengadakan program tukar sampah plastik atau kertas dengan logam mulia maupun barang-barang kebutuhan pokok.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menggelar kegiatan pameran inovasi pengelolaan sampah, dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ahad (4/6/2023). Saat itu juga DLH membuka kesempatan untuk warga menukarkan sampah.

Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Pandapa Paramarta Kuningan. Kepala DLH Kabupaten Kuningan Wawan Setiawan menjelaskan, dinasnya membuka penukaran sampah plastik atau kertas, dengan sejumlah kriteria.

Baca Juga

Bagi warga yang membawa sampah plastik atau kertas dengan berat antara 1 kilogram sampai 2 kilogram, maka bisa menukarkannya dengan satu cup mi instan. Untuk sampah dengan berat antara 3-4 kilogram dapat ditukarkan dengan dua cup mi instan atau enam butir telur ayam.

Sedangkan bagi yang membawa sampah plastik atau kertas dengan berat mencapai 5 kilogram-6 kilogram bisa mendapatkan satu kilogram beras atau produk cuci piring. Untuk sampah dengan berat total tujuh kilogram sampai delapan kilogram dapat ditukarkan dengan 1 liter minyak goreng atau setengah kilogram daging ayam.

“Yang terakhir, jika sampah plastik atau kertas mencapai berat 9 kilogram atau lebih, dapat ditukarkan dengan logam mulia (emas) seberat 0,02 gram,” kata Wawan.

 

photo
Warga menerima logam mulia hasil penukaran dengan sampah. - (Dok Diskominfo Kabupaten Kuningan)

 

Wawan berharap program tersebut dapat memotivasi masyarakat untuk aktif mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

Salah seorang warga, Iseu, mengaku senang dengan adanya program tukar sampah menjadi logam mulia. Ia mengaku termotivasi untuk mengelola sampah di rumah. “Saya bisa menukarkan sampah yang saya kumpulkan dengan logam mulia, yang memiliki nilai investasi jangka panjang,” ujar dia.

Program tukar sampah dari DLH itu mendapat apresiasi dari Bupati Kuningan Acep Purnama. Ia menilai, program tersebut merupakan solusi kreatif dalam rangka mendorong warga mengelola sampah.

“Ini langkah inovatif dan kreatif dalam pengelolaan sampah yang harus kita dukung. Selain mengurangi polusi plastik, kita juga dapat memberikan nilai ekonomi terhadap sampah yang sebelumnya dianggap tidak berharga,” ujar Bupati.

 

 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement