Rabu 07 Jun 2023 13:29 WIB

Rumah Pompa di Kopo Citarip tidak Maksimal Sedot Banjir

Rumah pompa sedang dipindahkan ke tempat yang bebas dari sampah.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto
Aktivasi Rumah Pompa (Rupom).
Foto: Edi Yusuf/Republika
Aktivasi Rumah Pompa (Rupom).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemkot Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM) mengungkapkan, rumah pompa yang berada di Jalan Kopo Citarip tidak maksimal berfungsi menyedot banjir. Rumah pompa itu sering kali tersumbat oleh sampah dan sedimentasi yang tinggi.

Kepala DSABM Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, rumah pompa di Jalan Kopo Citarip yang langganan banjir sedang dipindahkan ke tempat yang bebas dari sampah. Selama ini rumah pompa sering terkendala oleh banyaknya sampah sehingga sulit menyedot air banjir.

"(Rumah) pompa lagi digeser ke pinggir karena ternyata tingkat penyampah tinggi langsung menutup pompa jadi sekarang di pinggir jalan. Pompa tidak optimal karena ketutup sampah jadi kecil yang bisa disedot," ujar dia di Balai Kota Bandung, Rabu (7/6/2023).

Dengan dipindahkannya rumah pompa, ia berharap tidak lagi tertutup oleh sampah dan air banjir dapat tersedot lebih banyak. Ia pun menyoroti kondisi sedimentasi yang tinggi di aliran Sungai Citarip.

Didi mengaku tengah mengupayakan peninggian jembatan yang berada di Jalan Kopo Citarip. Rencana peninggian jembatan akan dilakukan pada 2024 mendatang oleh Provinsi Jawa Barat atau Pemkot Bandung.

"Peninggian jembatan supaya lebih lancar aliran air," kata dia.

Didi menyebut, pengerukan sampah dan sedimentasi terus dilakukan. Namun, volume sampah tinggi setiap hari sehingga selalu tinggi sedimentasi.

Didi menambahkan, rumah pompa akan didirikan di Jalan Pasirkoja yang sering mengalami banjir.

Sebelumnya, sejumlah ruas jalan seperti di Jalan Kopo-Leuwipanjang dan di Jalan Kopo di bawah jembatan tol di Kota Bandung terendam banjir termasuk ke permukiman warga di Citarip pada Senin (5/6/2023) sore. Para pengendara roda dua yang memaksakan melintasi banjir mayoritas mengalami mogok.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement