Selasa 20 Jun 2023 15:43 WIB

Tiga Daerah di Jabar Masuk Endemis Rabies

Kasus gigitan rabies paling mendominasi di tiga daerah itu dari anjing liar. 

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Tim dari Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi memberikan vaksinasi massal kepada puluhan anjing peliharaan di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Tim dari Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi memberikan vaksinasi massal kepada puluhan anjing peliharaan di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kasus rabies di Jawa Barat (Jabar) sejak 2018 hingga 2022 mengalami peningkatan. Menurut Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Jabar Yudi Koharudin, ada tiga daerah di Jabar yang masuk dalam endemis rabies. 

Yudi menjelaskan, data dari 2018 hingga 2022 kasus rabies di Jabar sangat fluktuatif. Namun, hal ini dibarengi dengan tindakan pemberian vaksin antirabies pada hewan. 

"Kalau dari 2018 sampai sekarang, kenaikan ada, cuma sempat ada penurunan juga. Datanya, dari 2018 ada 1.280 gigitan, tahun 2019 ada 1.607, tahun 2020 ada 1.295, tahun 2021 ada 974 gigitan, pada 2022 ada 1.439 gigitan," ujar Yudi saat dikonfirmasi, Selasa (20/6/2023). 

Dari temuan angka ini, kata dia, ada beberapa daerah yang menjadi endemis kasus rabies. Kasus ini, banyak ditemukan di wilayah kabupaten dibanding perkotaan. Hanya saja, masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan. 

 

"Angka itu relatif tidak ada peningkatan signifikan, 1.000-1.500 an. Memang di Jabar ada daerah endemis rabies, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sukabumi, di situ tinggi gigitan," katanya. 

Yudi mengatakan, tiga daerah itu dikatakan endemis karena kasus tinggi dan hewan yang memiliki virus rabies, seperti anjing, kucing, kera juga banyak. Namun, kasus gigitan rabies paling mendominasi di tiga daerah itu ada dari anjing bukan dari hewan lainnya. 

"Dikatakan endemis daerah yang banyak anjingnya, terutama anjing liar. Tapi, kami juga langsung melakukan koordinasi dengan dinas peternakan, kita punya puskesmas mereka punya puskeswan yang bisa menangani hal ini," ujarnya.

Dinkes Jabar beserta kabupaten dan kota, kata dia, pada 2023 ini juga menggencarkan vaksinasi anti rabies pada hewan. Stok vaksin juga telah tersedia dan sudah disebarkan ke seluruh kabupaten dan kota yang ada di Jabar. 

Namun, Yudi meminta, agar masyarakat tetap waspada. Untuk masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, terutama anjing juga dapat melakukan vaksin ant rabies agar menghindari penyebaran penyakit. 

"Vaksin antirabies, kita mendapatkan sampai 19 Juni 2023, 4.530 vial vaksin, satu vial bisa beberapa suntikan. Ada serum anti rabies ada 74 vial, itu sudah kita alokasikan ke 27 kabupaten kota, yang butuh bisa datang ke puskesmas, atau RSUD di Jabar," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement