Selasa 11 Jul 2023 00:16 WIB

Kebakaran Bengkel di Cidahu Kuningan, Empat Motor Terdampak

Kebakaran yang terjadi di bengkel itu diduga dipicu korsleting listrik.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api.
Foto: Dok Damkar Kabupaten Kuningan
(ILUSTRASI) Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN — Kebakaran dilaporkan terjadi di sebuah bangunan ruko bengkel wilayah Desa Cieurih, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (10/7/2023). Dikabarkan ada empat motor yang terdampak kebakaran.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Berdasarkan informasi dari UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan, awalnya seorang warga yang tengah melintas melihat kepulan asap tebal dari lubang ventilasi ruko bengkel.

Baca Juga

Warga tersebut bergegas memberi tahu pemilik bengkel. Saat itu pemilik bengkel tengah berada di bengkel lain yang jaraknya sekitar seratus meter.

Mendapat laporan itu, pemilik bengkel langsung menuju rukonya dan membuka semua rolling door. Pemilik bengkel dibantu warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

 

Api bisa dipadamkan. Meski demikian, kepala desa setempat tetap melaporkan kejadian itu kepada petugas damkar karena dikhawatirkan masih ada sisa api.

“Saat petugas kami tiba di lokasi, api sudah padam. Setelah dilakukan pendataan dan pengumpulan bukti serta keterangan saksi, penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik pada colokan mesin cuci yang masih on dan ditinggalkan pemiliknya,” kata Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan M Khadafi Mufti.

Menurut Khadafi, kebakaran di bengkel tersebut berdampak terhadap empat unit sepeda motor. Mencakup satu unit motor Honda CBR, dua unit motor Honda Beat, dan satu motor Suzuki Smash. Namun, kata dia, kendaraan tersebut hanya terbakar sekitar 30 persen. “Total kerugian sekitar Rp 20 juta,” kata Khadafi.

Khadafi mengimbau masyarakat mewaspadai potensi pemicu kebakaran, seperti yang diakibatkan tungku, gas, listrik, ataupun pembakaran sampah. Ia mengimbau pemerintahan desa menyiapkan proteksi kebakaran di lingkungan permukiman, seperti penyediaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan tandon air.

“Apabila terjadi kebakaran, segera laporkan kepada kami. Layanan gratis, tidak dipungut biaya apa pun,” kata Khadafi. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement