Selasa 25 Jul 2023 16:06 WIB

Harap Orang Tua Siswa di Tasikmalaya Uang Tabungannya Kembali

Keluarga pelaku menjanjikan mengembalikan uang tabungan itu pada 30 Juli 2023.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Agus Yulianto
Sejumlah orang tua siswa melakukan aksi menuntut uang tabungan anak mereka kembali, di GOR Pakemitan Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (22/7/2023). Tabungan ratusan siswa di SDN 3 Pakemitan diduga dibawa kabur oleh mantan kepala sekolah.
Foto: Dok. Republika
Sejumlah orang tua siswa melakukan aksi menuntut uang tabungan anak mereka kembali, di GOR Pakemitan Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (22/7/2023). Tabungan ratusan siswa di SDN 3 Pakemitan diduga dibawa kabur oleh mantan kepala sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Para orang tua siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, masih terus menunggu kejelasan uang tabungan mereka. Uang tabungan itu diduga dibawa kabur oleh mantan kepala sekolah berinisial IS.

Koordinator orang tua siswa SDN 3 Pakemitan, Dodi Kurniadi, mengatakan, hingga saat ini para orang tua masih menunggu uang mereka bisa kembali. Berdasarkan hasil kesepakatan yang dilakukan dengan pihak sekolah, orang tua, dan muspika, pada Sabtu (22/7/2023) lalu, pihak keluarga IS menjanjikan akan mengembalikan uang tabungan itu pada 30 Juli 2023.

"Katanya akan langsung dibayar semua. Kami tunggu saja," kata Dodi saat dikonfirmasi Republika, Selasa (25/7/2023).

Menurut dia, hingga saat ini belum ada kabar baik dari pihak yang bersangkutan. Bahkan, mantan kepala sekolah berinisial IS itu belum memberikan kabar kepada para orang tua.

 

Meski begitu, Dodi menyatakan, beberapa waktu lalu IS menyampaikan pernyataannya di media massa. Dalam pernyataannya itu, IS meminta maaf dan berupaya mengumpulkan uang yang untuk segera mengembalikan tabungan siswa.

Padahal, menurut dia, selama ini IS selalu berupaya menutup diri dari para orang tua. Namun, secara tiba-tiba IS berbicara di media massa. "Dia juga bilang tidak kabur. Kami apresiasi lah," kata dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Dodi, IS bahkan telah mewakilkan kasus itu kepada kuasa hukum. Ia mengaku heran, lantaran para korban belum mengarah ke proses hukum terkait kasus itu.

"Saya juga aneh, kami juga belum melangkah ke hukum, dia sudah mendahului. Tapi itu tak masalah," kata dia.

Dodi mengatakan, pihaknya masih akan berpegang kepada kesepakatan bersama yang dibuat pada Sabtu pekan lalu. Apabila hingga 30 Juli masih belum ada kejelasan, pihaknya akan menuntut pemerintah daerah hadir untuk menyelesaikan permasalahan tabungan tersebut. 

"Karena ini kan kaitannya dengan lembaga sekolah di bawah naungan pemerintah. Kami juga sudah capek, sudah sabar dan toleransi terhadap IS dan sekolah. Kalaupun harus berurusan dengan hukum, kami serahkan kepada sekolah dengan IS," ujar dia.

Menurut Dodi, mediasi yang dilakukan para orang tua itu bukan yang pertama kali. Sebelumnya, para orang tua juga sempat sekali bertemu dengan IS. Dalam pertemuan itu, IS mengaku akan mengembalikan uang pada 20 Juli. Namun, uang itu tak kunjung kembali sampai saat ini.

Ia menegaskan, para orang tua siap untuk diperiksa kesaksiannya. Para orang tua juga siap untuk membuat laporan resmi kepada polisi. Namun, pihak sekolah juga harus ikut mendampingi.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement