Kamis 17 Aug 2023 22:04 WIB

Bupati Indramayu Gelorakan Indramayu Bermartabat di Momentum HUT RI

Menggenjot sektor pertanian hingga infrastruktur.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Sandy Ferdiana
Bupati Indramayu Nina Agustina berpidato saat menjadi Inspektur Upacara peringatan HUT RI tingkat Kabupaten Indramayu di Sport Centre Indramayu, Kamis (17/8/2023).
Foto: Istimewa
Bupati Indramayu Nina Agustina berpidato saat menjadi Inspektur Upacara peringatan HUT RI tingkat Kabupaten Indramayu di Sport Centre Indramayu, Kamis (17/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Peringatan HUT Kemerdekaan ke-78 menjadi momentum menggencarkan spirit pembangunan di Kabupaten Indramaru. Seruan itu disampaikan Bupati Indramayu Nina Agustina saat menjadi Inspektur Upacara peringatan HUT RI tingkat Kabupaten Indramayu di Sport Centre Indramayu, Kamis (17/8/2023).

photo
Sebagai inspektur upacara, Bupati Indramayu Nina Agustina menyerahkan bendera Merah-Putih kepada regu Paskibra saat upacara peringatan HUT RI ke-78 tingkat Kabupaten Indramayu di Sport Centre Indramayu, Kamis (17/8/2023). - (Lilis Sri Handayani/Republika)

Nina mengatakan, sebagaimana tema peringatan HUT Kemerdekaan ke-78 RI, yakni ‘Terus Melaju Untuk Indonesia Maju’, maka menjadi refleksi bahwa harus selalu melangkah ke depan demi melanjutkan perjuangan bangsa. ‘’Saat ini, Indonesia harus sudah selesai dengan urusan ketidakharmonisan. Para pejuang, para pahlawan dan pendiri bangsa telah bekerja keras menyatukan perbedaan dalam sebuah persatuan,’’ ujar Nina.

Kata Nina, tema peringatan HUT RI ke-78 RI juga selaras dengan langkah demi langkah program pembangunan yang dilakukan Pemkab Indramayu. Yakni, untuk menyejahterakan masyarakat yang tertuang dalam Visi Indramayu Bermartabat (Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur dan Hebat).

‘’Sejalan dengan tema peringatan proklamasi kemerdekaan, bahwa pemerintah daerah berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh stakeholders untuk menjadikan indramayu yang lebih maju dan Bermartabat,’’ katanya. Dia mengatakan, pada bidang pertanian, Indramayu telah mendapat predikat sebagai penghasil padi terbesar nasional tahun 2021 dengan capaian 1,3 juta ton, dan pada tahun 2022 telah meningkat produksinya menjadi 1,49 juta ton.

Capaian tersebut berbuah manis dengan diraihnya berbagai penghargaan yang tidak lain berkat para petani yang tangguh. Demikian pula sektor perikanan, kontribusi Kabupaten Indramayu merupakan yang terbesar di Jawa Barat pada tahun 2022 dengan 44 persen.

Di samping itu, Indramayu juga terus melaju dalam ekonomi kreatif. Contohnya adalah Batik Tulis Complongan yang makin dikenal di tingkat nasional dan sudah mendapatkan indikasi geografis dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Dipaparkan Nina, Pemkab Indramayu memiliki 10 program unggulan dan dalam pelaksanaannya terdapat banyak manfaat untuk masyarakat. Seperti halnya Program Perempuan Berdikari (Pe-Ri), yaitu pemberdayaan perempuan melalui pelatihan kewirausahaan dari tahun 2021 hingga 2022. Tercatat 1.330 orang dari 67 desa di 31 kecamatan wilayah Indramayu telah diberikan pelatihan, dan di tahun 2023 program ini akan menyasar lebih banyak lagi peserta.

Pada setiap pameran UMKM, produk dari program Pe-Ri selalu diperkenalkan dan dipasarkan baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. Tidak terkecuali untuk program kredit usaha warung kecil atau Kruw-Cil, sampai dengan Juli 2023 sudah tersalurkan kredit kepada 1.661 orang, dengan nilai total kredit mencapai Rp 7 miliar.

Terkait permasalahan dampak el nino, Pemkab Indramayu bersama TNI dan Polri terus berupaya agar manajemen pengairan bisa dilakukan dengan baik. Masyarakat juga diminta untuk tetap berhati-hati dan senantiasa waspada ketika ada hambatan di lapangan.

‘’Tingkatkanlah manajemen pengelolaan air. Dan jika di lapangan ditemukan mafia air,segeralah melapor kepada pihak berwajib,’’ tegasnya. Nina menambahkan, Pemkab Indramayu juga sudah melakukan pembangunan dan rehabilitasi embung dan penampung air lainnya di 32 titik dan rehabilitasi tanggul sungai 10 titik.

Ditambah lagi, peningkatan dan rehabilitasi pintu air 16 titik, normalisasi sungai 48 titik, peningkatan serta rehabilitasi jaringan irigasi permukaan 83 titik dan pembangunan jalan usaha tani di 16 lokasi. ‘’Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat mengatasi ancaman kekeringan, dan penyediaan pompa air untuk kelompok tani,’’ ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement