Senin 21 Aug 2023 17:21 WIB

Dampak Kebakaran, 300 Laboratorium IPB University akan Dievaluasi

Prosedur untuk praktikum di laboratorium akan semakin ditekankan.  

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto
Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti, diwawancara terkait kebakaran laboratorium di Fakultas Peternakan IPB University yang menyebabkan seorang mahasiswi S2 meninggal dunia, Senin (21/8/2023).
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti, diwawancara terkait kebakaran laboratorium di Fakultas Peternakan IPB University yang menyebabkan seorang mahasiswi S2 meninggal dunia, Senin (21/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Setelah musibah kebakaran laboratorium yang menyebabkan mahasiswi meninggal dunia, IPB University akan mengevaluasi 300 laboratorium yang ada di kampus IPB. Semua laboratorium tersebut akan dipastikan dalam keadaan aman, untuk melakukan penelitian.

Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti, mengatakan, evaluasi tersebut akan dilakukan oleh Tim Evaluasi yang dibentuk oleh Rektor IPB University. Tak hanya itu, akan dibentuk juga tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Jadi di IPB ini ada 300 laboratorium dan semuanya harus dipastikan dalam keadaan aman. Terakhir, membentuk tim K3 untuk keselamatan kerja,” kata Yatri, Senin (21/8/2023).

Setelah kejadian ini, kata Yatri, penelitian di IPB University akan terus berjalan. Sebab, proses akademik di IPB University membutuhkan praktikum, dan akan tetap berjalan.

Namun, lanjut dia, prosedur untuk praktikum di laboratorium akan semakin ditekankan mulai dari persyaratan masuk laboratorium, hingga penyimpanan bahan-bahan. Hal itu pun dibahas dalam rapat koordinasi dari tingkat pimpinan, departemen, divisi, hingga kepala laboratorium.

“Saat ini ada evaluasi per laboratorium agar kita semua tau kalau ada kekurangan sgera dilengkapi, kalau ada kerusakan segera diperbaiki tidak ditunda-tunda,” ucapnya.

Yatri menambahkan, pekerjaan sehari-hari IPB University meliputi bidang akademik dan pengabdian masyarakat di lapangan. Sehingga, keamanan baik di luar maupun di dalam kampus harus dipastikan.

“Jadi sebetulnya ini sudah ada tupoksinya. Tapi memang momen ini harus disikapi oleh manajemen IPB untuk berbenah diri. Walaupun sampai hari ini kami masih menunggu hasil dari investigasi, apa sebetulnya penyebab dari kejadian di laboratorium saat itu,” ujar Yatri.

Sebelumnya, diberitakan Mahasiswi Program Pascasarjana S2 Ilmu Nutrisi dan Pakan Fakultas Peternakan IPB University, Laila Atika Sari (26 tahun) meninggal dunia usai kebakaran laboratorium pada Sabtu (19/8/2023). IPB University pun menyampaikan ucapan duka cita.

Sehari setelah musibah tersebut, Rektor IPB University Arif Satria, melakukan koordinasi untuk menetapkan langkah-langkah penanganan. Arif membentuk tiga tim untuk menangani permasalahan ini dan melakukan antisipasi.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement