Sabtu 09 Sep 2023 17:19 WIB

Bisa Bertahan Saat Pandemi, Pengusaha Kuliner Ini Ingin Buka Katering di Arab Saudi

Semua makanan diolah dengan profesional. 

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Pengusaha katering Erin Nurmawanti, menargetkan akan mengembangkan bisnisnya ke Arab Saudi.
Foto: dok. Republika
Pengusaha katering Erin Nurmawanti, menargetkan akan mengembangkan bisnisnya ke Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bisnis kuliner masih menjanjikan. Walaupun, Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa tahun lalu, sempat membuat banyak bisnis mengalami kelesuan.

Namun, di tengah kondisi tak menentu, Erin Nurmawanti terus berinovasi untuk menemukan cara untuk bangkit. Bahkan Erin optimistis bisa membuka bisnis sektor kuliner di Arab Saudi.

Menurut Erin, dirinya yang bergelut dalam bisnis catering, mengubah beberapa strategi bisnisnya. Apalagi, saat ini ekonomi kembali bangkit dan menggeliat pasca Covid-19. 

"Kami juga berpengalaman pernah menangani konsumsi untuk umroh dan haji. Jadi, kami juga menargetkan layanan ini bisa ada di Arab Saudi, semoga secepatnya kami bisa membuka catering di Arab Saudi," ujar Erin kepada wartawan, Sabtu (9/9).

Erin mengatakan, membuat sistem retail untuk setiap masakan melalui merk dagang bernama Dapur All. Jika biasanya catering hanya menerima pesanan minimum, Erin bisa melayani pesanan dalam jumlah kecil dan bisa diantar di hari yang sama.

“Biasanya kan kalau catering itu ada minimum berapa boks, kami siap melayani pesanan satu, dua. Dalam jumlah besar pun kami siap melayani, dan diantar di hari itu juga,” katanya.

Kapasitas produksi makanan yang bisa dilayani saat ini mencapai 10 ribu paket. Untuk memastikan makanan langsung diantar, ia memiliki tim tersendiri. Sejauh ini area yang bisa dijangkau masih wilayah Jabodetabek.

Semua kualitas makanan untuk konsumen ia pastikan terjaga karena dalam kendaraan pengantar diatur dengan sedemikian rupa, termasuk menjaga suhu. Tujuannya agar rasa yang dihadirkan tetap tidak berubah sekaligus tetap dalam kondisi terbaik. 

“Kami sangat memperhatikan kualitas rasa. Maka dari itu, sebelum makanan dikirim hingga diantarkan dicek dulu. Suhu di dalam kendaraan juga diperhatikan,” katanya.

Erin juga memastikan, bahan baku tersedia dengan langsung membeli ke petani, beras langsung ke pabriknya. Sumber daya manusianya juga kami pastikan berpengalaman. "Ada chef untuk makanan berat dan ringan, kue dan lain-lain,” katanya.

Sistem bisnis yang diberlakukan, kata dia, bisa menyasar berbagai lapisan masyarakat. Dari mulai perkantoran hingga untuk rumahan. Jenis makanan yang disediakan pun beragam, dari mulai nasi boks dengan berbagai menu, hingga tumpeng besar, tumpeng mini, tumpeng kebuli serta kudapan ringan, kue tradisional dan modern.

“Kami bisa melayani pesanan kantor pemerintahan dalam jumlah besar, acara khusus, hingga pesanan yang sedikit kami layani," katanya.

Erin mengaku, saat pandemi Covid-19, sempat menemukan berbagai hambatan. Bahkan, terpaksa beberapa karyawan harus dirumahkan. Namun, ia tak ingin kondisi ini berlarut.

“Omzet kami saat pandemi menurun tajam. Tapi semua harus dihadapi dan dicari solusinya. Dengan pengalaman bertahun-tahun di industri makanan, akhirnya terciptalah Dapur All," katanya.

Menurut Salah seorang Chef dari Dapur All, Gabir, semua makanan diolah dengan profesional. Orang-orang yang terlibat dalam proses produksi pun memiliki jam terbang tinggi.

“Kami pastikan semua bahan fresh, tidak menggunakan bahan kimia atau pengawet,” katanya. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement