Rabu 13 Sep 2023 23:23 WIB

Kesulitan Air Bersih, Warga Cimapag Apresiasi Bantuan Polres Sukabumi

Satlantas Polres Sukabumi menyalurkan bantuan sekitar 8.000 liter air bersih.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Penyaluran bantuan air bersih.
Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
(ILUSTRASI) Penyaluran bantuan air bersih.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Kondisi musim kemarau membuat sejumlah warga Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kesulitan air bersih. Karenanya, ketika jajaran Polres Sukabumi menyalurkan bantuan air bersih, Rabu (13/9/2023), warga menyambut baik.

“Ada sekitar 130 KK (kepala keluarga) dari dua RT di Kampung Cimapag yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan,” kata salah seorang warga, Dandi Sulaeman.

Baca Juga

Menurut Dandi, kesulitan air bersih ini sudah terjadi selama beberapa bulan. Namun, kata dia, masih ada sejumlah warga memanfaatkan air sumur yang terbatas. “Masyarakat sebagian masih mengandalkan dari mata air yang ada, dengan stok terbatas itu dari air sumur,” ujar dia.

Dandi mengapresiasi jajaran Polres Sukabumi yang memberikan bantuan air bersih. Bantuan air bersih sekitar 8.000 liter air bersih disalurkan personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi ke Kampung Cimapag.

Selain air bersih, polisi juga membagikan paket bahan pokok untuk warga. Penyaluran bantuan itu dilakukan dalam rangka menyambut peringatan ke-68 Hari Lalu lintas Bhayangkara. 

Bantuan dari Polres Sukabumi itu, kata Dandi, bermanfaat untuk warga. Karenanya, warga mengapresiasi perhatian dari Polres Sukabumi. Dandi berharap hal itu dapat memotivasi pihak lainnya untuk saling membantu.

Menurut Kepala Desa Loji, Papang Suherlan, kesulitan air bersih hampir setiap tahun dialami warga di Kampung Cimapag ketika musim kemarau. Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Sukabumi, juga unsur lainnya, yang menyalurkan bantuan air bersih untuk warganya yang terdampak kekeringan ini.

Alhamdulillahinsyaallah, ini dapat meringankan warga dari kesulitan mendapatkan air bersih dampak dari kemarau beberapa bulan ini,” ujar Suherlan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement