Selasa 26 Sep 2023 06:14 WIB

Solusi Kekeringan, Pemkab Sukabumi Usulkan Pembangunan Embung di Pajampangan

Diusulkan pembangunan embung dengan luas sekitar 500 hektare. 

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Embung.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
(ILUSTRASI) Embung.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Jawa Barat, mencari solusi terkait persoalan kekeringan yang berdampak terhadap kelangsungan pertanian di wilayah Pajampangan. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan embung.

Pemkab Sukabumi disebut mengusulkan pembangunan embung itu kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Embung diusulkan dibangun di wilayah Puncak Buluh, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga

Hal itu disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Cisadea-Cibareno, Andria Hendraningrat. “Pemprov Jawa Barat akan memperkuat upaya dalam mengantisipasi kekeringan di sektor pertanian dengan kerja sama Pemkab Sukabumi,” kata dia, Senin (25/9/2023).

Andria menjelaskan, beberapa tahun terakhir ini sektor pertanian di wilayah Pajampangan, Sukabumi, menghadapi tantangan serius berupa kekeringan. Menurut dia, ketidakstabilan kondisi musim kemarau yang parah telah menurunkan pasokan air untuk irigasi lahan pertanian. Kondisi tersebut mengakibatkan petani setempat mengalami kerugian signifikan.

Keberadaan embung diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Andria mengatakan, embung berfungsi sebagai tempat penyimpanan air saat musim hujan dan dapat membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian selama musim kemarau. Selain itu, kata dia, embung dapat memberikan manfaat lain, seperti pengendalian banjir dan pencegahan erosi tanah.

Andria mengatakan, Pemkab Sukabumi baru sebatas mengajukan usulan pembangunan embung di wilayah Pajampangan kepada Pemprov Jabar. Diusulkan pembangunan embung dengan luas sekitar 500 hektare.

Menurut Andria, lahan yang diusulkan menjadi tempat embung itu berada di wilayah Perhutani. Embung tersebut diharapkan menjadi salah satu infrastruktur penting yang dapat meningkatkan ketahanan air di wilayah tersebut, juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar.

“Kita harus kerja sama dengan Perhutani, mereka siap memberikan lahan atau tidak. Karena memang sangat diperlukan, jadi memang harus dilakukan rencana pembangunan itu,” kata Andria.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement