Senin 09 Oct 2023 21:50 WIB

Pasar Andir Trade Center Bandung akan Ditunjang Fasilitas Internet dan Live Shopping

Selain berjualan di toko, pedagang diharapkan bisa berjualan secara online.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Irfan Fitrat
Pedagang berjaga di kiosnya di Pasar Andir Trade Center, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/9/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pedagang berjaga di kiosnya di Pasar Andir Trade Center, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Para pedagang di Pasar Andir Trade Center, Kota Bandung, Jawa Barat, diharapkan dapat bersaing di era digital. Untuk mendukung hal itu, pengelola Pasar Andir Trade Center, PT Aman Prima Jaya (APJ), akan menyediakan fasilitas jaringan internet yang bisa dimanfaatkan para pedagang.

Manajer PT APJ, Diana Jonathan, mengatakan, perusahaannya sudah menunjuk pihak ketiga untuk memperkuat jaringan internet di Pasar Andir Trade Center. Pemasangan infrastruktur awal sudah dimulai.

Baca Juga

Dengan layanan internet yang memadai, Diana mengatakan, diharapkan para pedagang di Pasar Andir Trade Center dapat memperluas pemasaran. Selain berjualan di toko, juga memasarkan secara daring, seperti lewat marketplace.

“Targetnya untuk menggandakan peluang dari potensi pelanggan yang selama ini telah terbentuk di kios-kios offline Pasar Andir Trade Center,” ujar Diana, Senin (9/10/2023).

 

Diana mengatakan, PT AJP memahami situasi perkembangan terkini, di mana para pedagang Pasar Andir Trade Center harus bersaing dengan pelaku usaha yang memanfaatkan media daring. 

Diharapkan para pedagang Pasar Andir Trade Center dapat memperluas media pemasarannya dengan berjualan daring. Selain juga terus membaca tren dan mengemas produk yang ada secara kreatif, sehingga dapat meningkatkan daya tarik.

“Kami mendukung para pedagang Pasar Andir dengan layanan internet cepat supaya mereka bisa berjualan offline sambil live secara online. Kami juga menyediakan ruang khusus live shopping bagi mereka,” kata Diana.

Diana mengakui adanya pedagang yang mengalami penurunan omzet, begitu juga sekitar 20 persen toko yang tutup di Pasar Andir Trade Center. Namun, ia menilai, Pasar Andir Trade Center masih potensial.

Dilihat dari jumlah toko yang aktif selama beberapa bulan terakhir, kata dia, jika rata-rata pedagang mendapat Rp 1 juta per hari, nilai transaksinya bisa mencapai sekitar Rp 1,5 miliar.

Menurut Diana, ada juga beberapa pedagang yang bisa mencapai transaksi hingga puluhan juta rupiah per hari. Ia mengeklaim masih banyak pembeli loyal yang datang ke Pasar Andir Trade Center. Bahkan, pada akhir September lalu, kata dia, jumlah pengunjung dalam satu hari bisa mencapai 1.200 orang.

Dengan potensi ini, diharapkan para pedagang Pasar Andir Trade Center bisa terus maju dan berkembang. Selaku pengelola, PT AJP disebut memberikan dukungan. “Kami terus mendukung para pedagang dengan cara penyediaan internet cepat, sehingga mereka mampu menorehkan kejayaan di pasar online,” kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement