Senin 30 Oct 2023 15:45 WIB

Pasien Cacar Monyet Asal Bandung, Diisolasi di RSHS

Hasil laboratorium sudah terkonfirmasi sesuai dengan yang dinyatakan kemenkes.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
 Seorang dokter menunjukkan lesi pada kaki pasien cacar monyet. (Ilustrasi)
Foto: AP Photo/Martin Mejia
Seorang dokter menunjukkan lesi pada kaki pasien cacar monyet. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Kesehatan Jawa Barat telah mengonfirmasi, salah satu pasien laki-laki positif cacar monyet atau monkeypox merupakan warga Kota Bandung. Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Dinkes Jabar dr. Rochady Hendra Setya Wibawa menyebut, pasien kini telah ditangani oleh Rumah Sakit dr Hasan Sadikin. 

Menurut dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan RSHS dalam hal penanganan pasien tersebut. "Pasien sudah dirawat di RSHS, hasil laboratorium sudah dikirim pada kami, hasilnya terkonfirmasi sesuai dengan yang dinyatakan oleh kemenkes, dr Maxi (Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI)," ujar dr Rochady, Senin (30/10/2023).

Rochady mengatakan, pasien saat ini tengah diisolasi agar tidak menularkan pada yang lain. Adapun ruang isolasi tidak seperti ruangan khusus seperti Covid-19. 

"Kurang lebih perlu isolasi 21-28 hari. Penyakit ini sangat bisa sembuh. Monkeypox ini sama dengan cacar biasa. Namun, virus cacarnya dari binatang, tapi bisa menular dan bergejala ke manusia," katanya. 

 

Terkait pasien yang saat ini tengah dirawat, kata dia, diduga tertular dari temannya. Menurutnya, Dinkes Jabar dan Dinkes Kota Bandung sedang berkoordinasi untuk menemukan orang-orang yang kontak erat dengan yang bersangkutan agar dapat diberikan pencegahan timbulnya gejala penyakit tersebut.

Selain itu, kata dia, pihaknya pun melakukan antisipasi maupun kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit cacar monyet. Karena, kasus banyak ditemukan pada orang-orang yang imunitas atau daya tahannya menurun, termasuk pengidap HIV.

"Kami berharap masyarakat umum menjaga imunitasnya dengan makanan diet seimbang dan olahraga serta minum suplemen vitamin," ujarnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement