Rabu 01 Nov 2023 14:38 WIB

Ratusan Rumah, juga Tempat Ibadah, dan Sekolah di Bogor Terdampak Angin Kencang

Angin kencang dilaporkan melanda delapan desa dan satu kelurahan di dua kecamatan.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Kondisi cuaca.
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
(ILUSTRASI) Kondisi cuaca.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melaporkan dampak angin kencang yang terjadi di sejumlah daerah pada Selasa (31/10/2023) sore hingga malam. Berdasarkan pendataan sementara, diperkirakan ada ratusan rumah dan sejumlah fasilitas publik yang terdampak angin kencang.

 

Baca Juga

Peristiwa angin kencang dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Ciomas dan Dramaga. 

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani, berdasarkan laporan sementara kaji cepat hingga Selasa (31/10/2023) malam, ada delapan desa dan satu kelurahan di Kecamatan Ciomas yang terdampak angin kencang.

 

“Yang terdampak Desa Sukamakmur, Ciomas Rahayu, Ciapus, Ciomas, Laladon, Pagelaran, Mekarjaya, Sukaharja, dan Kelurahan Padasuka. Data sementara bersifat dinamis dan bisa berubah-ubah,” kata Adam kepada Republika, Rabu (1/11/2023) pagi.

Adam mengatakan, di Desa Ciomas diperkirakan ada 220 rumah dan satu sarana ibadah berupa mushala yang terdampak angin kencang. Di Desa Ciomas Rahayu diperkirakan ada 150 unit rumah, satu masjid, dan dua sekolah yang terdampak angin kencang.

Sementara di desa dan kelurahan lain di Kecamatan Ciomas diperkirakan ada puluhan rumah dan beberapa fasilitas umum yang terdampak. Sejumlah pohon pun tumbang.

“Jika ditotal, diperkirakan ada 465 rumah terdampak, tiga mushala atau masjid terdampak, dua unit sekolah terdampak, dan pohon di empat desa tumbang,” kata Adam.

Adapun di Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, angin kencang dilaporkan terjadi pada Selasa (31/10/2023) sore. Atap Gelanggang Olahraga (GOR) Top dikabarkan mengalami kerusakan akibat hujan yang disertai angin kencang. “Atap GOR Top ambruk,” kata dia.

Menurut Adam, ada juga rumah di Kampung Malangsari yang gentingnya beterbangan. Sementara di Kampung Cibeureum dilaporkan ada rumah warga yang tembok bagian dapurnya roboh.

Adam mengatakan, aliran listrik di permukiman juga sempat padam beberapa jam saat masih turun hujan. “Jajaran pengurus desa sudah melihat dan merapikan kondisi pascakejadian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement