Jumat 10 Nov 2023 07:18 WIB

Perebutan Suara NU, Nusron Siap Adu Kekuatan dengan Mahfud dan Muhaimin 

Warga NU sudah cerdas untuk menentukan pilihan.

Rep: Febryan A/ Red: Agus Yulianto
Sekretaris TKN Nusron Wahid.
Foto: BSI
Sekretaris TKN Nusron Wahid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid mengaku, siap adu kekuatan dengan Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar dalam memperebutkan suara warga Nahdlatul Ulama (NU) pada Pilpres 2024. Nusron, Mahfud, dan Muhaimin sama-sama tokoh NU. 

"Tinggal kita kuat-kuatan saja. Apakah kader NU yang ngikut Pak Mahfud lebih banyak atau lebih sedikit dari saya. Apakah pengikut Muhaimin lebih sedikit atau banyak dari saya," kata Nusron usai rapat TKN di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Kamis (9/11/2023). 

Baca Juga

Nusron merupakan Ketua PBNU aktif dan kini menduduki posisi strategis di tim pemenangan Prabowo-Gibran. Adapun Mahfud selama ini dianggap sebagai tokoh NU dan kini maju sebagai cawapres pendamping Ganjar Pranowo. Sementara itu, Muhaimin merupakan Ketua Umum PKB, partai yang dianggap representasi NU, dan kini menjadi cawapres pendamping Anies Baswedan. 

Nusron meyakini, warga NU sudah cerdas untuk menentukan pilihan. Dia pun meyakini warga NU yang merupakan pengikutnya otomatis akan memilih Prabowo-Gibran. Pengikut ulama NU Habib Luthfi juga akan memilih Prabowo-Gibran karena kiai kharismatik itu merupakan pembina TKN Prabowo-Gibran. 

"Orang NU, dengan saya menjadi tim di sini (TKN Prabowo-Gibran) kan pasti pengikut-pengikut saya pada milih saya, kan. Pengikut-pengikut Habib Luthfi pada milih semua kan," ujarnya. 

Nusron punya keyakinan seperti itu karena dirinya sudah aktif sejak muda di berbagai badan otonom NU hingga di PBNU. Nusron pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor NU. 

"Yang jelas, saya tidak sombong. Di NU paling tertib urutan adalah saya mas. Saya pernah Ketua Umum PMII, saya pernah Ketua Umum Ansor, dan saya (sekarang) pengurus PBNU," kata politikus Golkar itu. 

Menurut Nusron, rekam jejaknya itu jadi keunggulan tersendiri untuk meraih suara warga NU. Pasalnya, Mahfud dan Muhaimin tidak punya pengalaman selengkap dirinya di NU. 

"Yang namanya Muhaimin hanya pernah jadi Ketum PMII, nggak pernah Ketua Ansor dan PBNU, apalagi Pak Mahfud," kata anggota DPR RI itu. 

Sebagai gambaran, banyak kalangan menilai suara warga NU merupakan penentu kemenangan kandidat dalam kontestasi pilpres. Pasalnya, jumlah kaum Nahdliyin sangat besar. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf pada tahun lalu memperkirakan jumlah warga NU sekitar 150 juta orang. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement