Senin 13 Nov 2023 15:53 WIB

Sejumlah Wilayah Turun Hujan, BPBD Pangandaran Masih Fokus Atasi Kekeringan 

Intensitas hujan yang terjadi masih rendah dan belum merata di seluruh wilayah. 

Rep: Bayu Adji P/ Red: Agus Yulianto
BPBD Kabupaten Pangandaran menyalurkan air bersih di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, beberapa waktu lalu.
Foto: Dok BPBD Kabupaten Pangandaran
BPBD Kabupaten Pangandaran menyalurkan air bersih di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN -- Sejumlah daerah di Jawa Barat (Jabar) mulai turun hujan dalam beberapa pekan terakhir. Namun, hujan masih belum merata di seluruh wilayah Jabar. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Untung Saeful Rokhman mengatakan, hujan sudah mulai turun di daerahnya. Namun, intensitas hujan yang terjadi masih rendah dan belum merata di seluruh wilayah. 

"Kalau di kita (hujan) masih landai. Hujan ada, tapi belum merata," kata dia saat dikonfirmasi Republika.co.id, Senin (13/11/2023).

Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar memang telah meminta daerah untuk untuk waspada menghadapi musim hujan. Pasalnya, musim hujan itu berpotensi menimbulkan bencana, khususnya banjir dan tanah longsor. 

Menurut Untung, berdasarkan hasil rapat koordinasi, beberapa titik kabupaten/kota yang kemungkinan mulai terjadi hujan dengan intensitas tinggi pada November 2023 berada di wilayah barat dan utara Jabar. Sementara di Kabupaten Pangandaran masih belum termasuk.

Dia menyebutkan, BPBD Kabupaten Pangandaran justru masih melakukan pendistribusian air bersih kepada warga terdampak kekeringan. "Artinya, hujan belum membasahi ke dasar tanah. Kondisinya masih kering," kata dia.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pangandaran hingga awal pekan lalu, pendistribusian air bersih telah dilakukan ke delapan kecamatan dan 33 desa di Kabupaten Pangandaran. Total air bersih yang didistribusikan sejak awal musim kemarau di Kabupaten Pangandaran telah mencapai sekitar 1,82 juta liter. Sementara warga yang terdampak kekeringan mencapai sekitar 11 ribu kepala keluarga (KK) atau 31 ribu jiwa.

"Kami masih fokus penanganan air. Belum akan mengarah kesiapsiagaan banjir dan longsor," ujar Untung.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement