Selasa 05 Dec 2023 15:02 WIB

Persiapan Libur Nataru di Pangandaran, Unsur SAR Simulasi Penyelamatan Wisatawan

Setahun terakhir dilaporkan terjadi 39 kecelakaan laut di Pangandaran.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Unsur SAR melakukan simulasi penyelamatan wisatawan tenggelam di Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Senin (4/12/2023).
Foto: Dok Republika
Unsur SAR melakukan simulasi penyelamatan wisatawan tenggelam di Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Senin (4/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN — Simulasi kegiatan penyelamatan wisatawan tenggelam atau mengalami kecelakaan (laka) laut digelar di kawasan Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kegiatan tersebut diikuti sejumlah unsur pencarian dan pertolongan (SAR) di Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan tersebut digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran. “Kegiatan ini untuk persiapan menjelang libur Nataru (Natal dan tahun baru),” kata Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fadjar Hutomo di Pangandaran, Senin (4/12/2023).

Baca Juga

Menurut Fadjar, kegiatan simulasi penyelamatan wisatawan dilakukan melihat risiko laka laut. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, dalam setahun terakhir dilaporkan terjadi 39 laka laut, yang mayoritasnya kasus wisatawan tenggelam. Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap wisatawan merasa lebih aman berwisata di Pangandaran pada masa libur Nataru nanti. 

Kepala Disparbud Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari mengatakan, pihaknya menyiapkan diri mengantisipasi ramainya wisatawan pada momen libur Nataru. “Simulasi ini sebagai salah satu persiapan. Soalnya, prediksi liburan nanti Pangandaran akan ramai didatangi wisatawan,” kata dia kepada Republika.

 

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Untung Saeful Rokhman, simulasi penyelamatan wisatawan itu melibatkan sejumlah unsur SAR. Di antaranya personel Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista), SAR Baracuda, dan petugas BPBD Kabupaten Pangandaran. 

“Ini dilakukan untuk persiapan libur Nataru. Petugas juga bisa lebih sigap. Jadi, untuk meminimalkan korban laka laut. Mudah-mudahan bisa zero incident,” ujar Untung kepada Republika, Selasa (5/12/2023).

Ketua Balawista Kabupaten Pangandaran Dodo Taryana mengatakan, pihaknya secara fisik siap menjalankan tugas mengawasi wisatawan saat momen libur Nataru. Namun, dari sisi sarana prasarana, kata dia, masih kurang. “Masih banyak kurang. Kendaraan patroli saja kita belum punya,” kata dia.

Meski demikian, Dodo menyatakan, pihaknya akan berupaya optimal melakukan pengawasan dan mengantisipasi terjadinya laka laut di kawasan objek wisata. Saat momen libur Nataru nanti, kata dia, seluruh personel Balawista Kabupaten Pangandaran akan dilibatkan untuk melakukan pengawasan.

“Kami akan patroli pada pukul 06.00-17.00 WIB dan tetap siaga di pos setelahnya. Kami juga akan terus memberikan imbauan kepada wisatawan ketika kondisi cuaca tak baik. Kami akan terus memberikan arahan,” kata Dodo.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement