Senin 13 Nov 2023 18:52 WIB

Bey Machmudin Apresiasi Dekranasda Jabar Berhasil Bawa Kriya Mendunia

Produk kriya penyumbang ekspor mengingat kerajinan dan bahan makin beragam.  

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Produk kriya Jawa Barat merupakan bagian dari ekonomi kreatif.
Foto: dok. Republika
Produk kriya Jawa Barat merupakan bagian dari ekonomi kreatif.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat (Jabar) berhasil mengangkat produk kriya ke berbagai level nasional dan internasional. Kinerja Dekranasda Jabar terbukti moncer karena banyak meraih prestasi terutama di level kompetisi Nasional. 

Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin pun mengapresiasi kinerja Dekranasda.  Namun, yang patut diapresiasi adalah kerja keras para pengurus mengenalkan produk kriya Jawa Barat ke pentas dunia.

 “Ada yang lebih penting daripada prestasi Dekranasda, yakni sudah membawa kerajinan Jawa Barat mendunia,” ujar Bey usai melantik pengurus Dekranasda Jawa Barat periode 2023-2024 di Kerabat Store, Dekranasda Jabar, Bandung, Senin (13/11/2023).

Bey berharap, kepengurusan baru Dekranasda Jabar yang dipimpin oleh Ketua Amanda Machmudin dan Ketua Harian Noneng Komara terus melakukan inovasi dan terobosan agar produk kerajinan Jawa Barat makin mendunia. 

“Kerajinan daerah bukan sekedar produk namun juga cerminan nilai-nilai leluhur masyarakat Jawa Barat. Dengan Dekranasda sebagai wadah pengembangan, kita punya kesempatan menjaga dan menghidupkan kembali tradisi-tradisi yang telah diterima dari generasi terdahulu,” paparnya.

Menurutnya, kriya Jawa Barat yang merupakan bagian dari ekonomi kreatif juga diharapkan bisa optimal menjadi penyumbang ekspor mengingat kerajinan dan bahan yang dihasilkan oleh para pelaku usaha makin beragam.  “Produk-produknya sangat baik dan bernilai seni tinggi,” katanya.

Bey berpesan, agar pada saat menampilkan kriya Jawa Barat di berbagai ajang nasional maupun internasional, pengurus menyelipkan pesan dan gambaran terkait budaya. 

“Kerajinan Jawa Barat tak hanya lebih mendunia lagi, tapi budayanya juga lebih dikenal. Jadi tidak hanya kerajinannya saja, tapi budaya Jawa Barat-nya juga,” katanya.

Sementara menurut Ketua Harian Dekranasda Jabar Noneng Komara, sesuai dengan misinya Dekrasnada harus terus mengembangkan produk lokal dengan kualitas dan selera internasional. 

“Kemudian produk kriya tersebut bisa menembus pasar global lebih luas lagi, karena harapan kami pengurus Dekranasda yang baru ini bisa membawa semangat bagi para pelaku usaha kriya,” katanya.

Menurutnya, selama Covid-19, para pelaku usaha kerajinan di Jawa Barat terdampak cukup signifikan. Karena itu, sejak awal 2023 Dekranasda mendorong dan mempromosikan produk kerajinan Jawa Barat secara optimal. 

“Dari segala sisi kita bantu, kita minta pembinanya (jajaran Dekranasda) untuk terus berkontribusi, karena di sini mereka yang terlibat itu suka dan ingin memajukan produk kriya Jawa Barat. Tak hanya pengurus provinsi tapi juga pengurus kabupaten/kota,” katanya.

Pihaknya sepakat dengan arahan dan apresiasi Penjabat Gubernur bahwa produk kriya Jawa Barat sudah naik level. Noneng menunjuk 9 pengrajin kriya Jawa Barat berhasil memperoleh penghargaan dan nominasi di ajang Kriya Nusa 2023 lalu. 

“Mereka terbaik dari seluruh kerajinan daerah lain di Indonesia. Bahannya juga beragam, dari kain, bambu, kayu hingga logam,” katanya. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement