Selasa 05 Dec 2023 06:31 WIB

Sisa Darah Korban dan Permohonan Maaf Pelaku Pembacokan di Pasar Ciampea

Korban bukan berasal dari sekolah yang disasar pelaku.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto
SG (18) dan AF (18), pelaku pembacokan pelajar hingga tewas di Pasar Ciampea, Kabupaten Bogor, dihadirkan dalam konferensi pers di Polres Bogor, Senin (4/12/2023).
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
SG (18) dan AF (18), pelaku pembacokan pelajar hingga tewas di Pasar Ciampea, Kabupaten Bogor, dihadirkan dalam konferensi pers di Polres Bogor, Senin (4/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pelajar bernama Muhammad Bintang Satria (17 tahun) menjadi korban pembacokan di Pasar Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (1/12/2023). Selain menangkap ketiga pelaku, polisi juga menyita barang bukti, yang salah satunya merupakan pakaian berdarah milik korban.

Dalam konferensi pers yang digelar Polres Bogor pada Senin (4/12/2023), barang bukti yang ditampilkan berupa pakaian korban, jaket, dan celana seragam SMA. Ketiganya berwarna coklat dari darah yang mengering, akibat luka terbuka di bagian leher korban karena sabetan celurit.

Wakapolres Bogor Kompol Fitra Zuanda mengatakan, barang bukti yang disita ialah satu bilah celurit, satu unit motor milik tersangka, satu unit motor milik korban, dan pakaian korban yang berlumuran darah.

“Pelaku menyabet celurit ke leher korban ketika korban pulang sekolah mengendari motor hingga korban meninggal dunia,” kata Fitra, Senin (4/12/2023).

 

Kasat Reserse Kriminal Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, mengatakan, tiga pelaku berinisial AF (18), SG (18), dan DD (17) melakukan pembacokan karena ingin membalaskan dendamnya kepada sekolah korban, yang dituduh juga melakukan pembacokan terhadap teman satu sekolahnya. Usut punya usut, tiga pelaku terindikasi salah sasaran. 

Teguh mengatakan, korban bukan berasal dari sekolah yang disasar pelaku. “Status ketiganya yang berdangkutan masih pelajar di salah satu SMK di Bogor. Dari informasi yang kami dapatkan, indikasi pelaku salah sasaran. Karena korban bukan sekolah di sekolah target pelaku,” kata Teguh.

Sang pelaku utama, AF, juga dihadirkan dalam konferensi pers tersebut. AF yang bertubuh kecil dan berambut botak hanya menunduk ketika polisi menggiringnya ke depan awak media di Mapolres Bogor.

Dengan suara yang lirih, AF mengaku menyesal telah melakukan pembacokan ini. Padahal, sebelumnya pelaku menyampaikan ke polisi bahwa ia melakukan aksinya agar terlihat jagoan.

“Menyesal. Saya sebesar-besarnya meminta maaf kepada (keluarga) korban,” ucapnya.

Sebelumnya, diberitakan Muhammad Bintang Satria (17 tahun) menjadi korban pembacokan di Pasar Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor saat sedang membeli pulsa, Jumat (1/12/2023). Saat ini, polisi telah menangkap tiga pelaku yang membacok korban dengan tujuan mencari sasaran musuh dari sekolah lain.

Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto, menyebutkan, pelaku membacok korban menggunakan celurit pendek. “Dari hasil penyidikan motif pelaku adalah memang mencari lawan sasaran dari sekolah lain sebagai aksi jagoan sampai menelan korban,” kata Suminto, Ahad (3/12/2023).

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement