Kamis 07 Dec 2023 07:52 WIB

Ibu Korban Fitria: Saya Pribadi Maunya Nyawa Dibayar Nyawa

Pengakuan Alung yang berbohong membuat kedua orang tua korban merasa geram.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto
Tampang Rahmat Agil alias Alung (20 tahun), pria di Bogor yang membunuh pacarnya dengan membekap korban di dalam hotel, lalu meninggalkan jasad korban dalam sebuah ruko di Jalan Dokter Sumeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Tampang Rahmat Agil alias Alung (20 tahun), pria di Bogor yang membunuh pacarnya dengan membekap korban di dalam hotel, lalu meninggalkan jasad korban dalam sebuah ruko di Jalan Dokter Sumeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kedua orangtua korban pembunuhan di Bogor bernama Fitria Wulandari (22 tahun), berharap pembunuh anaknya dihukum seberat-beratnya. Orangtua korban pun merasa geram melihat sosok Rahmat Agil alias Alung (20), yang selama ini mengencani Fitria sebelum membunuhnya.

Ayah korban, Iwan Irawan (43), berharap, Alung bisa mendapatkan hukuman yang setimpal. Bahkan, bila perlu diberi hukuman seumur hidup.

“Saya sih pengennya (pelaku) dihukum seberat-beratnya. Istilahnya yang setimpal perbuatan dianya. Bila perlu seumur hidup. Memang sih kalau orangtua dulu nyawa dibayar nyawa. Itu saja,” kata Iwan kepada Republika, Rabu (7/12/2023).

Iwan pun mengaku, geram ketika melihat Alung dan mendengar pengakuannya ketika dihadirkan dalam konferensi pers Polresta Bogor Kota pada Selasa (6/12/2023). Di hadapan polisi dan awak media, tersangka mengaku, tidak berniat membunuh kekasihnya yakni Fitria.

 

“Saya sih memang geram ada. Tapi mau gimana lagi? Memang saya ada sedikit kesal sama tersangka waktu ada di kantor polisi. Tapi, ya untungnya saya bisa tahan. Sekarang sudah ditangani pihak polisi, saya serahin aja ke kepolisian,” jelasnya.

Sama halnya dengan ibu korban, Trisna Marliani (43). Dia berharap, Alung bisa diberi hukuman setimpal karena telah membunuh anak perempuan satu-satunya. Padahal, selama mengencani anaknya, tersangka terlihat seperti anak yang baik.

“Saya pribadi maunya nyawa dibayar nyawa ya, itu kalau saya nggak ngelihat hukum, dia juga harus seperti itu lagi. Saya pengennya hukuman yang setimpal sesuai apa yang dia lakukan dengan anak saya,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga berserah kepada Allah SWT agar Alung mendapat hukuman yang setimpal di dunia dan akhirat. Termasuk hukum alam di dunia, seperti dalam kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan hukumannya setimpal. Balik lagi ke YME kita serahkan semuanya ke Allah SWT. Soalnya benar-benar sakit. Kalau dipaksain juga ya nggak dibayangin kehilangan anak saya secepat itu tanpa ada firasat apa-apa,” ucapnya.

Sebelumnya, diberitkan Polresta Bogor Kota telah mengungkap bahwa Rahmat Agil alias Alung (20 tahun), membunuh pacarnya, Fitria Wulandari (22), dan meninggalkan jasadnya dalam sebuah ruko di Jalan Dokter Sumeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Padahal sebelumnya Alung mengaku bahwa ia cekcok dengan korban, lalu korban loncat dari motor hingga terluka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement