Jumat 08 Dec 2023 21:15 WIB

Bulog Cabang Bandung Jamin Stok Beras Aman hingga Maret 2024

Saat ini, Bulog Cabang Bandung memiliki stok mencapai 300 ribu ton.

Stok beras (Ilustrasi)
Foto: Republika TV/Muhammad Rizki Triyana
Stok beras (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Kepala Bulog Cabang Bandung Erwin Budiana menegaskan, ketersediaan beras dalam kondisi aman hingga Maret 2024 mendatang. Saat ini, Bulog Cabang Bandung memiliki stok mencapai 300 ribu ton di tiga gudang Bulog Bandung yang berlokasi di Sumedang, Kota Bandung, dan Kota Cimahi. 

“Yang pasti sampai Nataru aman stok yang ada di gudang bulog.  Terus untuk tahun berikutnya, awal tahun sampai dengan musim panen, insya Allah akan aman mungkin sampai Maret ya,” kata Erwin, Jumat (8/12/2023). 

Baca Juga

Instruksi penyaluran bantuan beras medium SPHP dari Badan Pangan Nasional (Bappanas), kata Erwin, juga akan diperpanjang hingga Maret 2024. Bantuan beras medium SPHP ini, kata dia, salah satunya disalurkan melalui kegiatan Pasar Murah yang digelar Disdagin Kota Bandung di 30 kecamatan.

“Jadi memang di 30 kecamatan itu ada permintaan dari Indag, ada yang 5 ton, ada yang 10 ton.  Melihat kondisi di lokasi ya. Mungkin dari 30 kecamatan, sepertiganya (disalurkan) 10 ton per kecamatan,” kata dia. 

Terkait beras medium yang disalurkan, Erwin mengungkapkan bahwa seluruhnya merupakan hasil impor dari Thailand, mengingat masa tanam di dalam negeri baru saja dimulai. Untuk mengisi kekosongan pasokan, maka pengimporan beras masih diperlukan, ujar Erwin. 

“Tapi untuk awal tahun insya Allah karena sudah mulai panen ya,  pasti akan kita serap gabah-gabah atau padi dari petani lokal,” ujar Erwin.  

Dia juga menekankan peran Jawa Barat sebagai wilayah sentra produksi beras tanah air, khususnya beras dengan kualitas premium. Meski Bulog dikhususkan untuk menyerap beras kualitas medium, namun beras dalam negeri akan tetap menjadi prioritas penyerapan, tekan Erwin. 

“Jadi ya kalau untuk suasemada insya Allah kita upayakan,  karena memang tetap pasti bulog pun akan memprioritaskan pengadaan dari dalam negeri,” ujar Erwin. 

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jabar Dadan Hidayat mengatakan, menjelang pergantian tahun, permintaan pasar memang selalu lebih tinggi dibandingkan persediaan. Namun jika melihat dari produksi dan kebutuhan konsumsi per kapita, Dadan menyebut stok beras di Jawa Barat selama 2023 dimungkinkan dalam kondisi surplus. Dia menjabarkan, produksi beras Jawa Barat di 2023 mencapai 9 juta ton, yang jika merujuk pada data BPS terkait rata-rata konsumsi beras per tahun, maka jumlah produksi masih melampaui kebutuhan konsumsi. 

“Jumlah populasi Jabar mencapai sekitar 50 juta, konsumsi rata-rata konsumsi orang Jawa Barat per tahun per orang per tahun itu mencapai 82,52 kilogram per tahun per kapita, jadi sekitar 4 juta ya kebutuhan konsumsinya. Jadi dari kacamata produksi Jawa Barat dimungkinkan 2023 masih surplus,” papar Dadan, Kamis (7/12/2023).

“Selain itu, banyak carry over dari tanaman 2023 nanti diproduksi di 2024, jadi 2024 malah lebih banyak capaian produksinya, karena tadinya produksinya untuk tahun 2023 tapi ada gagal panen, kita jadi pindah bulan tanam,” jelas Dadan. 

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman juga memastikan stok pangan dan pupuk tersedia dan aman jelang hari raya Natal dan tahun baru 2024. Dia juga menyebut tengah berupaya menekan impor di tengah fenomena El Nino dengan cara mempercepat masa tanam.

"Ke depan kita upayakan bagaimana menekan impor tahun depan, karena kalau tidak sekarang ini impor 3,5 juta itu bisa naik lagi," ungkap dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement