Selasa 19 Dec 2023 12:45 WIB

FK Unisba Beri Pelatihan Pembuatan Obat Herbal ke Petani dan Masyarakat

Pemanfaatan dan  pengembangan obat herbal berbahan dasar tamanan rempah. 

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Tim PKM FK Unisba juga memberikan ratusan bibit tanaman obat yang akan ditanam di lahan Wakaf Desa Karya Mukti yang belum termanfaatkan.
Foto: dok. Republika
Tim PKM FK Unisba juga memberikan ratusan bibit tanaman obat yang akan ditanam di lahan Wakaf Desa Karya Mukti yang belum termanfaatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani di Desa Karya Mukti, Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) memberikan pelatihan inovasi Pembuatan Obat Herbal Jamu Seduh (Jamsehub) 

Pelatihan, diberikan pada Kelompok Tani Hurip Barokah di Kampung Wangun, Desa Karya Mukti, Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung.  Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Unisba Dr Lelly Yuniarti SSi M Kes mengatakan, pihaknya memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan dan  pengembangan produk  jamu atau obat herbal berbahan dasar tamanan rempah. Hal ini agar, warga bisa meningkatkan tingkat kesehatan dan perekonomian 

"Acara ini dihadiri oleh kader, kelompok tani, dan penduduk Desa Karya Mukti sebanyak 55 orang, serta berbagai pihak terkait," ujar Lelly, kepada wartawan, Selasa (19/12/2023).

Lelly menjelaskan, dengan adanya pelatihan pemberdayaan Kelompok Tani Hurip Barokah ini, para kader, kelompok tani, dan penduduk pada umumnya dapat memperoleh pemahaman yang baik tentang bagaimana pemanfaatan dan pengolahan tanaman obat (TOGA) untuk kesehatan. 

 

"Jadi, mereka akan lebih mumpuni dalam menjaga kesehatan keluarga, melakukan perawatan keluarga melalui pemanfaatn obat herbal sebagai pertolongan pertama bila ada anggota keluarga ada yang sakit," katanya.

Selain itu, kata dia, masyarakat pun memiliki kebun atau lahan bersama yang ditanamani tanaman obat atau keluarga sebagai percontohan dan awal bibit untuk ditaman di rumah masing-masing. 

Kegiatan ini, kata dia, merupakan contoh nyata kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan tamanan obat sebagai jamu seduh. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan diperluas ke wilayah-wilayah lain.

"Sehingga, dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan turut berkontribusi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dalam bidang kesehatan," katanya.

Sementara Plt Dekan Fakultas Kedokteran Unisba Dr Santun Bhekti Rahimah berharap, agar para kader dan penduduk Desa Karyamurti  dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk meningkatkan pemanfaatan dan  pengembangan produk  jamu atau obat herbal  yang  berbahan dasar tamanan rempah.

Dalam kegiatan ini, narasumber yang ahli di bidang budidaya tanaman  Dr Arief Budi Yulianti, Dra MSi peneliti tanaman obat Dr Lelly Yuniarti, SSi MKes dan Dr Maya Tejasari dr MKes, dan pelatihan berupa praktik membuat jamu yang dipimpin oleh Tim PKM.

Materi yang disampaikan oleh narasumber, mencakup penjelasan mengenai mengenai bagaimana budidaya tanaman obat yang baik agar dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas, jenis-jenis tanaman obat (TOGA), manfaat, dan pengolahannya agar memiliki hasiat yang maksimal. 

Selain penyuluhan teoritis, kegiatan ini juga melibatkan sesi praktik membuat jamu seduh untuk kebutuhan keluarga dan lingkungan terdekat.  Selain itu Tim PKM FK Unisba juga memberikan ratusan bibit tanaman obat yang akan ditanam di lahan Wakaf Desa Karya Mukti yang belum termanfaatkan, bibit tanaman yang ditanam adalah jahe merah, jahe emprit, temu kunci, temu lawak, kunyit, sereh wangi, dan laja atau laos. Bibit tanaman ini di tanam pada lahan seluas 500 m2. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement