Sabtu 30 Dec 2023 16:33 WIB

Setiap 10 Laka Lantas di Tasikmalaya, Ada Empat Korban Meninggal Dunia 

Korban meninggal dunia akibat laka lantas juga mengalami peningkatan selama 2023.  

Rep: Bayu Adji P/ Red: Agus Yulianto
Kapolres Tasikmalaya AKBP Bayu Catur Prabowo memberikan keterangan saat konferensi pers rilis akhir tahun, Sabtu (30/12/2023).
Foto: Republika/Bayu Adji P
Kapolres Tasikmalaya AKBP Bayu Catur Prabowo memberikan keterangan saat konferensi pers rilis akhir tahun, Sabtu (30/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Tren kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polres Tasikmalaya mengalami peningkatan selama 2023. Dari data Polres Tasikmalaya, terdapat total 136 kejadian laka lantas di wilayah Tasikmalaya selama satu tahun terakhir.

Kepala Polres (Kapolres) Tasikmalaya AKBP Bayu Catur Prabowo mengatakan, terdapat peningkatan kejadian laka lantas empat kejadian dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu, jumlah kejadian laka lantas di wilayah hukum Polres Tasikmalaya berjumlah 132 kejadian.

"Jadi ada kenaikan sekitar 3 persen," kata dia saat konferensi pers rilis akhir tahun, Sabtu (30/12/2023).

Dia menambahkan, korban meninggal dunia akibat laka lantas juga mengalami peningkatan selama 2023. Peningkatan itu disebut sekitar 2 persen atau satu orang. 

Bayu menjelaskan, dari total 136 laka lantas pada 2023, terdapat 57 orang yang meninggal dunia. Artinya, dari setiap 10 kecelakaan ada empat yang meninggal. 

"Ini presentase yang cukup besar. Perlu upaya untuk dikmas ke masyarakat agar laka lantas yang terjadi, fatalitas korban bisa dikurangi," kata Bayu.

Selain korban meninggal dunia, jumlah korban yang mengalami luka ringan juga cukup tinggi, yaitu 176 orang. Sementara kerugian materiel akibat laka lantas selama 2023 mencapai sekitar Rp 151 juta.

Selain itu, angka pelanggaran lantas selama 2023 juga cukup tinggi di wilayah hukum Polres Tasikmalaya. Setidaknya, total terdapat 43.238 pelanggaran lantas selama 2023, yang terdiri dari 4.388 tilang dan 35.839 teguran.

Bayu menyebutkan, tren pelanggaran lantas mengalami peningkatan sekitar 400 persen untuk teguran dibandingkan 2022. Namun, tindakan penilangan mengalami penurunan sekitar 41 persen.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement