Kamis 04 Jan 2024 19:59 WIB

Hujan Deras, Puluhan Rumah di Cianjur Terendam Banjir Hingga Ketinggian 1 Meter

Banjir di Cianjur terjadi akibat meluapnya sungai Cibodas setelah hujan deras.

Warga melintasi banjir (ilustrasi).
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Warga melintasi banjir (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat puluhan rumah di Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, terendam banjir setinggi 1 meter akibat meluapnya sungai Cibodas setelah hujan turun deras, Kamis (4/1/2024).

Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Asep Sukma Wijaya di Cianjur, Kamis, mengatakan sudah mengirim petugas dan relawan untuk membantu dan melakukan evakuasi warga ketika air masih tinggi dan hujan masih turun deras.

Baca Juga

"Kami sudah mengirim petugas untuk melakukan pendataan dan melakukan evakuasi warga ke tempat aman jika air semakin tinggi. Data sementara lebih dari 50 rumah yang terendam banjir, sebagian besar yang terletak di pinggir sungai," katanya.

Asep menjelaskan, untuk sementara waktu belum ada warga yang diungsikan dengan harapan air yang mengenangi perkampungan dari surut dengan cepat, namun warga diminta untuk tetap waspada dan segera mengungsi terutama saat air kembali naik pada malam hari.

Bahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan untuk menyiapkan tempat untuk evakuasi atau tempat untuk mengungsi jika air terus meninggi merendam perkampungan, karena hujan yang masih turun deras hingga malam, ujarnya.

"Kami sudah memetakan sejumlah lokasi untuk warga mengungsi, sehingga saat hujan masih turun deras dan debit air sungai masih tinggi, kami arahkan warga ke sejumlah lokasi penampungan sementara," katanya.

Kepala Desa Karangwangi, Mana H Suryadana, mengatakan sejumlah perkampungan yang terendam banjir seperti Kampung Pasir gadung 1, Pasir Gadung 2 dan Kampung lainnya Desa Karangwangi, dengan total rumah yang terendam banjir lebih dari 50 rumah dengan ketinggian air sekitar 1 meter. Banjir juga merendam SDN Pasir Gadung dan 50 hektar pesawah-an milik petani yang baru ditanami serta sejumlah jalan lingkungan yang rusak tergerus banjir, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

"Kami belum bisa mendata secara maksimal karena jalan masih tertutup banjir, kemungkinan jumlah rumah yang terendam lebih dari 50 unit, termasuk area persawahan dan fasilitas umum lainnya," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement