Selasa 09 Jan 2024 13:21 WIB

Tanah Bergerak di Bekasi, Jalan Retak Mirip Likuefaksi Membelah Dua Desa

PVMBG menduga gerakan tanah menyerupai likuifaksi terjadi akibat tarikan sungai.

Ilustrasi Retakan Tanah. Gerakan tanah yang mengakibatkan jalan menjadi retak terjadi di Desa Sukamukti dan Desa Sukabungah yang berlokasi di Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. F
Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Ilustrasi Retakan Tanah. Gerakan tanah yang mengakibatkan jalan menjadi retak terjadi di Desa Sukamukti dan Desa Sukabungah yang berlokasi di Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. F

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Gerakan tanah terjadi di Desa Sukamukti dan Desa Sukabungah yang berlokasi di Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Fenomena geologi tersebut menyebabkan ruas jalan penghubung dua desa terbelah.

Gerakan tanah yang membuat jalan beraspal terbelah ramai dibicarakan setelah video viral di media sosial. Pemerintah daerah setempat saat ini masih terus berupaya memulihkan kondisi ruas jalan yang rusak tersebut agar bisa dilalui kembali oleh kendaraan roda empat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menduga gerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berbentuk retakan-retakan menyerupai likuefaksi terjadi akibat tarikan sungai. Kepala Tim Kerja Gerakan Tanah PVMBG Oktory Prambada mengatakan lokasi kejadian sebetulnya masuk zona kerentanan gerakan tanah rendah, tetapi berada dekat dengan sungai besar dan sempat diguyur hujan lebat.

"Itu fenomena tarikan sungai karena memang lagi curah hujan tinggi, sehingga daerah sempadan tertarik oleh air," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/1/2024).

Oktory mengungkapkan daerah sempadan sungai memang punya potensi mengalami bencana geologi berupa gerakan tanah karena litologi tanah aluvium atau endapan. Hujan lebat mengakibatkan kenaikan volume sungai, sehingga arus air yang deras menggerus wilayah sempadan sungai dan menimbulkan gerakan tanah.

"Makanya, (bentuk gerakan tanah) seperti longsor-longsor kecil yang berundak," ucap Oktory.

Karena itu, Oktory mengimbau masyarakat yang bermukim pada kawasan sempadan sungai agar selalu waspada saat musim hujan tiba. Karena ancaman bukan saja datang dari banjir, melainkan juga gerakan tanah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement