Kamis 01 Feb 2024 15:38 WIB

Pasca-dugaan Keracunan Makanan, Kepsek di Indramayu Sidak Pedagang di Lingkungan Sekolah

Sidak dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terulangnya insiden keracunan jajanan.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Arie Lukihardianti
Pedagang jajanan (ilustrasi)
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pedagang jajanan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU--- Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Unggulan, Kabupaten Indramayu, membuat sekolah lain di daerah tersebut meningkatkan kewaspadaannya. Mereka menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap pedagang yang berjualan di sekitar lingkungan sekolah.

Hal itu seperti yang terlihat di SDN 3 Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Kepala sekolah beserta sejumlah guru melakukan sidak kepada para pedagang makanan yang berjualan di sekitar lingkungan sekolah tersebut. ‘’Kegiatan ini kami lakukan sebagai upaya untuk mencegah terulangnya insiden keracunan jajanan pada anak-anak,’’ ujar Kepala Sekolah SDN 3 Karangsong, Selvy Sandryani, di sela pelaksanaan sidak, Kamis (1/2/2024).

Baca Juga

Dalam sidak tersebut, Selvy mengatakan, pihak sekolah memberikan imbauan kepada para pedagang untuk menjual makanan yang sehat kepada anak-anak. Dia pun mengedukasi anak didiknya untuk memilih jajanan yang sehat. ‘’Kami mengimbau para pedagang agar tidak menjual makanan dan minuman yang tidak sehat,’’ katanya.

Selvy berharap, dengan dilakukannya sidak tersebut dapat mencegah terjadinya keracunan massal pada anak didiknya di sekolah. "Melalui upaya pencegahan ini, kami berharap keamanan dan kesehatan para murid dapat terjamin di lingkungan sekolah,’’ kata Selvy.

Seperti diketahui, puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Unggulan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, diduga mengalami keracunan setelah menyantap kerang hijau. Kerang hijau itu dibeli oleh para siswa dari salah satu pedagang keliling yang melintas di sekolah tersebut pada Selasa (30/1/2024) kemarin. Hal itu mereka lakukan saat jam istirahat sekolah.

Pihak sekolah pun telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu untuk melakukan penyelidikan guna mengenai penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement