Jumat 02 Feb 2024 20:29 WIB

Petani Sulit Tanam karena Kekurangan Air, Bupati Nina Pantau Bendungan Karet

Bendungan Karet ternyata rusak dan jebol.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Arie Lukihardianti
Petani sulit tanam karena minim air, Bupati Indramayu, Nina Agustina, datangi langsung Bendungan Karet, Jumat (2/2/2024).
Foto: Dok. Diskominfo Kabupaten Indram
Petani sulit tanam karena minim air, Bupati Indramayu, Nina Agustina, datangi langsung Bendungan Karet, Jumat (2/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU----Para petani di sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu mengeluhkan sulitnya pasokan air irigasi yang minim. Padahal, saat ini mereka semestinya sudah masuk musim tanam. Merespon langsung keluhan petani terkait irigasi, Bupati Indramayu, Nina Agustina datangi langsung pintu air dan Bendungan Karet, Jumat (2/2/2024).

Kunjungan pertama diawali di Bendungan Cipanas II (Caplokan) Desa Krimun, Kecamatan Losarang. Di tempat itu, bupati bertemu langsung dengan para kuwu di Kecamatan Losarang yang wilayah areal sawahnya belum terairi secara keseluruhan.

Baca Juga

Selanjutnya, Nina mengunjungi Bendungan Cilet di Desa Santing. Di lokasi itu, dia mendapati Bendungan Karet yang rusak dan jebol.

Rusaknya Bendungan Karet tersebut mengakibatkan air yang masuk ke sungai tidak bisa ditahan dan langsung terbuang ke muara dan laut. Dampaknya, air tidak dapat masuk ke sawah dan saat ini mengalami keterlambatan tanam padi.

 

Kemudian, kunjungan dilakukan di Pintu Air BT 15 Desa Karangasem, Kecamatan Terisi. Di lokasi itu, terdapat penurunan debit air hanya 15 kubik yang seharusnya 27 kubik (kondisi normal). Penurunan debit air di pintu BT 15 ini mengakibatkan pendistribusian air irigasi ke wilayah barat dan utara juga mengalami penurunan.

Melihat semua kondisi tersebut, Nina pun langsung menghubungi BBWS Cimanuk-Cisanggarung. Dia meminta agar permasalahan irigasi tersebut segera teratasi. ‘’Tadi saya langsung telepon BBWS, mereka siang ini segera kirim tim ke sini dan harus mengatasi kerusakan Bendungan Karet ini. Solusinya harus segera karena petani sudah masuk musim tanam,’’ kata Nina.

Nina juga meminta kepada BBWS untuk menambah debit air di BT 15 ke kondisi normal agar air bisa sampai barat dan utara. Untuk mengatasi permasalahan irigasi dan masalah pertanian lainnya, Nina juga meminta kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk membentuk Satgas di wilayah-wilayah irigasi.

‘’Untuk mengatasi keadaan sementara, kami siapkan pompa air untuk dipinjamkan kepada petani Desa Karangasem, Kecamatan Terisi karena sumber air mereka berasal dari irigasi Sumur Watu,’’ kata Nina.

Nina mengatakan, masalah irigasi harus menjadi perhatian serius oleh semua pihak. Pasalnya, Kabupaten Indramayu menjadi daerah yang diberikan amanat oleh pemerintah pusat sebagai lumbung padi nasional demi mewujudkan ketahanan pangan nasional. ‘’Kita berharap permasalahan pertanian ini secara bertahap terus kita selesaikan,’’ kata Nina. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement