Senin 12 Feb 2024 19:46 WIB

Permudah Akses Pelayanan Publik, Pemkab Bandung Resmikan Enam Fasilitas Umum

Pemkab Bandung mengedepankan layanan akses jalan, kesehatan, dan pendidikan.

Bupati Bandung Dadang Supriatna, pada Senin (12/2/2024), meresmikan enam fasilitas umum.
Foto: Dok. Pemkab Bandung
Bupati Bandung Dadang Supriatna, pada Senin (12/2/2024), meresmikan enam fasilitas umum.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN BANDUNG -- Bupati Bandung Dadang Supriatna, pada Senin (12/2/2024), meresmikan enam fasilitas umum. Peresmian fasilitas tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di masyarakat terutama pada akses jalan, kesehatan, dan pendidikan.

Pada aspek akses jalan, Dadang secara langsung meresmikan Jembatan Cidurian, Bojongsoang dan Jembatan Roda Dua, Rancamanyar yang proses pembangunannya sudah dimulai sejak akhir tahun 2023. Kedua jembatan yang menelan biaya hingga Rp 9 miliar tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan aksesibilitas yang pada akhirnya berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.

Baca Juga

“Saya juga mengapresiasi pembangunan konstruksi jembatan ini yang tentunya memiliki nilai strategis bagi warga setempat. Jembatan ini pun, tidak semata-mata untuk menghubungkan dua wilayah, tetapi saya mengharapkan selain berdampak pada sektor perekonomian, ketenagakerjaan, dan pendidikan juga berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor,” ujar Dadang.

Ia juga meresmikan RSUD Bedas Tegalluar, RSUD Bedas Arjasari, SMP 4 Baleendah, dan Puskesmas Ranca Malaka Endah. Dengan diresmikannya fasilitas kesehatan tersebut, kini Kabupaten Bandung telah memiliki 4 RSUD baru dalam kurun waktu 2,9 tahun kepemimpinannya. Terkait peresmian tersebut, Dadang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya bagi seluruh pihak yang terlibat atas pembangunan di Kabupaten Bandung.

 

“Alhamdulillah, RSUD Bedas Tegalluar hari ini diresmikan," kata Dadang.

Sebelumnya, Bupati Dadang menjanjikan untuk membangun 5 RSUD baru di Kabupaten Bandung. Satu RSUD yang terletak di daerah Pacira baru akan memulai proses pembangunan pada tahun ini.

“Saya minta RSUD Bedas Pacira paling lambat bulan Maret 2024 sudah bisa dilaksanakan proses pembangunannya," ujarnya.

Idealnya, kebutuhan rawat inap dengan penduduk Kabupaten Bandung sebanyak 3,7 jiwa yang disiapkan pemerintah daerah Kabupaten Bandung, Provinsi Jabar maupun pusat harus tersedia sebanyak 3.700 tempat rawat inap.

"Saat ini, baru tersedia hampir 2.000 tempat rawat inap. Ini juga digabungkan rumah sakit milik Pemkab Bandung, Provinsi Jawa Barat dan rumah sakit swasta. Artinya masih kekurangan 1.700 rawat inap lagi," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkab Bandung sudah menghadirkan lima rumah sakit. Ia berharap bisa menyediakan enam rumah sakit di masa mendatang. Ia memberikan kesempatan kepada warga untuk menjadi pekerja tenaga kesehatan di RSUD Bedas yang baru diresmikan tersebut, di antaranya tenaga bidan, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya. 

"Mengingat lima RSUD Bedas yang didirikan Pemkab Bandung membutuhkan tenaga kesehatan mencapai 1.000 orang, atau rata-rata 200 tenaga kesehatan per rumah sakit," katanya.

Ia berharap pelayanan rumah sakit lebih mengedepan sikap santun dan ramah, selain sapa, senyum kepada para pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement