Rabu 21 Feb 2024 17:28 WIB

Satgas Pangan Jabar: Beras SPHP Bulog Sudah Masuk ke Pasar dan Ritel di Bandung

Masyarakat diminta tak panik saat membeli beras di pasar tradisional atau supermarket

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Ratusan warga rela berdesakan demi mendapat beras murah subsidi SPHP di kantor kecamatan Babelan, Bekasi Utara, Jawa Barat, Selasa (20/2/2024).
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Ratusan warga rela berdesakan demi mendapat beras murah subsidi SPHP di kantor kecamatan Babelan, Bekasi Utara, Jawa Barat, Selasa (20/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG----Satgas Pangan Jawa Barat (Jabar) memastikan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog sudah masuk ke pasar tradisional dan ritel di Kota Bandung dan di Jabar. Mereka memastikan beras Bulog tersedia di sejumlah pasar tradisional dan ritel.

"Terkait dengan ketersediaan dan distribusi beras baik beras premium maupun beras medium yang SPHP dari Bulog sejauh ini pantauan cukup aman dan tersedia," ujar Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jabar Kombes Pol Deni Oktavianto yang juga Satgas Pangan saat meninjau pasar Kosambi dan Ritel, Rabu (21/2/2024).

Baca Juga

Satgas Pangan Polda Jabar melakukan pemantauan beras bersama Biro Perekonomian Provinsi Jabar. Dinas Ketahanan Pangan, Bulog serta satgas pangan Bareskrim Mabes Polri di pasar dan ritel.

Deni mengatakan, telah mengecek ke Pasar Kosambi dan didapati bahwa beras SPHP telah disalurkan ke pedagang. Harga yang dijual pun sudah sesuai harga eceran tertinggi (HET). "Sekarang di ritel modern supermaket Yogya, sama kita lihat berasnya juga ada, harganya sesuai HET. Ketersediaan cukup aman," katanya.

 

Deni mengimbau pada masyarakat agar tidak panik saat membeli beras di pasar tradisional atau supermarket. Sebab kebijakan supermarket membatasi pembelian beras SPHP yaitu satu orang satu beras ukuran 5 kilogram.

Manajer Operasional Bulog Jabar Eko Hendrawanto mengatakan stok beras medium di gudang mencapai 50.000 ton dan akan menerima kembali sekitar 20 ribu ton. Total beras tersebut cukup memenuhi kebutuhan pangan maupun penyaluran beras SPHP.

"Kurang lebih kami menghasilkan stok sekitar 70.000 ton kami pikir cukup untuk kebutuhan  penugasan bantuan pangan  maupun penyaluran beras SPHP," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement