Kamis 22 Feb 2024 21:13 WIB

Satgas Pangan Jabar Pastikan Ketersediaan Beras SPHP Bulog Aman

Ketersediaan beras di Pasar Kosambi hingga kini masih aman

Monitoring beras dilakukan di sejumlah pasar induk/pasar tradisional, retail modern, gudang Bulog di wilayah hukum Polda Jabar
Foto: Dok Republika
Monitoring beras dilakukan di sejumlah pasar induk/pasar tradisional, retail modern, gudang Bulog di wilayah hukum Polda Jabar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Satgas Pangan Jabar memastikan, ketersediaan beras medium Stabilitas Pangan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog cukup aman dan tersedia di pasaran. Selain itu,  ketersediaan stok bahan pokok juga masih tercukupi.

‘’ Beras medium yang SPHP dari Bulog sejauh ini pantauan cukup aman dan tersedia. Demikian pula dengan stok bahan pokok masih tercukupi,’’ ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Pol Deni Okvianto, SIK, yang juga Ketua Satgas Pangan Jabar, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga

Deni mengungkapkan hal tersebut usai kegiatan monitoring, koordinasi dan pengecekan dalam rangka menjamin kestabilan, kelancaran dan ketersediaan barang kebutuhan pokok terutama komoditas beras medium dan premium.

Monitoring dilakukan di sejumlah pasar induk/pasar tradisional, retail modern, gudang Bulog di wilayah hukum Polda Jabar, selama dua hari Rabu-Kamis (21-22/2/2024). Dalam kegiatan tersebut, tim Satgas Pangan Pusat yang dipimpin Brigjen Pol Helfi Assegaf, SIK, juga diterjunkan.

Menurut Deni, ketersediaan beras di Pasar Kosambi hingga kini masih aman. Sementara harga beras juga masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Sedangkan stok bahan pokok di Kota Cimahi masih tercukupi. ‘’Terkait dengan ketersediaan dan distribusi beras baik beras premium maupun beras medium yang SPHP dari Bulog sejauh ini pantauan cukup aman dan tersedia,’’ katanya.

Pembatasan penjualan oleh ritel, kata Deni,  dilakukan agar tidak ada pihak yang melakukan penimbunan kemudian diperjualbelikan kembali. Karena itu ia mengimbau masyarakat tidak panic buying untuk membeli. "Karena memang kebijakan di supermarket dibatasi untuk pembelian satu orang satu kantong beras," katanya.

Sementara menurut Kepala Bidang Ketersediaan dan Distibusi Pangan DKPP Provinsi Jabar, Nenny Fasyaini, terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga beras diakibatkan karena badai El Nino yang membuat pergeseran musim tanam. Ia mengatakan, pergeseran musim tanam otomatis akan mempengaruhi masa panen serta menurunkan produksi. ‘’Panen berkurang berarti permintaan naik harga akan naik," katanya.

Nenny mengatakan, ketersediaan beras medium sempat kosong di ritel-ritel dikarenakan kenaikan batas HET beras dari produsen. Akibatnya pihak ritel kesulitan melakukan penjualan karena adanya kenaikan harga beras tersebut.

Sementara itu pada Kamis (22/2/2024)  tim Satgas Pangan Pusat dan Daerah beserta Dinas Instansi terkait melaksanakan kegiatan di Pasar Atas dan Pasar Cimindi Kota Cimahi . Dari hasil monitoring, ketersediaan stok bahan pokok di Kota Cimahi masih tercukupi dengan rincian sebagai berikut. ‘’Ketersedian stok bahan pokok di Kota Cimahi masih tercukupi,’’ katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement