Ahad 03 Mar 2024 07:20 WIB

Ribuan Hektare Sawah di Kuningan Mulai Panen

Ribuan hektare tanaman padi di Kabupaten Kuningan sudah memasuki masa panen.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Hasil panen padi secara tradisional oleh petani di persawahan.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Hasil panen padi secara tradisional oleh petani di persawahan.

REPUBLIKA.CO.ID,KUNINGAN – Ribuan hektare tanaman padi di Kabupaten Kuningan sudah memasuki masa panen meski belum mencapai puncaknya. Produksi beras dari lahan yang panen itupun mampu surplus untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Kuningan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan, panen padi di Kabupaten Kuningan bahkan sudah dimulai sejak Januari 2024. Adapun luas panen padi pada bulan Januari itu mencapai 1.205 hektare.

Baca Juga

Luas panen itu semakin meningkat pada Februari yang mencapai 1.577 hektare. Sedangkan luas lahan yang akan panen pada Maret mencapai 4.513 hektare, dan untuk April 12.393 hektare.

‘’Walaupun panen raya terjadi pada April setelah lebaran, namun produksi beras dari luas panen bulan Februari dan Maret 2024 masih tetap surplus memenuhi kebutuhan beras di Kabupaten Kuningan,’’ kata Wahyu, Sabtu (2/3/2024).

 

Wahyu menjelaskan, hal itu didasarkan pada hitungan secara matematis. Yakni, Produksi = Luas Tanam x Provitas dan Konsumsi = Jumlah Penduduk x Konsumsi perkapita. Dengan memasukkan angka pada hitungan tersebut, maka produksi selama Februari dan Maret 2024 masih surplus.

‘’Dengan syarat, produksi tidak keluar atau dijual keluar Kabupaten Kuningan,’’ sebut Wahyu.

Wahyu menambahkan, untuk strategi/upaya pengendalian inflasi beras di Kabupaten Kuningan, dinas yang dipimpinnya bekerja sama dengan Perum Bulog Cirebon melakukan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan itu dilakukan rutin setiap Ahad di acara Car Free Day (CFD).

Dalam GPM, beras sebanyak 46,5 ton telah tersalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Kuningan.

‘’Kami juga melakukan monitoring penyaluran bantuan pangan, dimana 2.465,14 ton beras dari cadangan beras pemerintah telah tersalurkan pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM),’’ tukas Wahyu.

Wahyu menambahkan, strategi lain yang akan dilakukan instansinya yaitu dengan program Padaringan (Penjualan bahan pangan untuk pengendalian inflasi di Kabupaten Kuningan). Selain itu, penyaluran beras SPHP oleh Bulog ke kios-kios di pasar tradisional dan modern serta pemberian bantuan modal bagi lumbung pangan masyarakat.

‘’Dan tak hanya upaya pengendalian inflasi beras saja, kami juga melakukan upaya penanganan untuk pangan lain atau kebutuhan pokok sehari-hari lainnya,’’ cetus Wahyu.

Selain itu, ada pemberdayaan KWT melalui program P2L yang telah terbukti sebagai pahlawan pengendali inflasi di tahun-tahun sebelumnya. Program tersebut sampai saat ini masih dilakukan dengan pengembangan yang lebih baik lagi. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement