Ahad 10 Mar 2024 14:45 WIB

Persatuan Perempuan Sunda Usul Nama Bandara BIJB Kertajati Diubah Jadi Dewi Sartika

Dewi Sartika memperjuangkan pendidikan perempuan dan merepresentasikan Jawa Barat.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG----Persatuan Perempuan Dewi Sartika (PPDS) akan mengusulkan kepada pemerintah untuk mengganti nama Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menjadi Bandara Dewi Sartika. Karena, sebagai sosok yang dikenal sebagai pahlawan nasional tersebut serta memperjuangkan hak-hak pendidikan perempuan dan merepresentasikan Jawa Barat.

"Diskusi sekarang ini menjadi starting poin untuk kita mengajukan penamaan bandara tersebut secara bertahap," ujar Ketua Presidium PPDS Prof Keri Lestari seusai diskusi perempuan memperingati hari perempuan di Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatra, Kota Bandung belum lama ini. 

Baca Juga

Guru besar Unpad ini menyebut pengajuan pergantian nama bandara secara bertahap dilakukan mulai dari Pemerintah Kabupaten dan DPRD Majalengka, Pemerintah dan DPRD Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya kepada kementerian terkait dan presiden RI.

"Selain (pergantian) penamaan BIJB dengan Dewi Sartika, ada qoute Dewi Sartika sebagai penyemangat dan menjadi bukti bahwa kita punya pelajaran etika cukup tinggi dari Dewi Sartika kemudian disosialisasikan di bandara," katanya.

Dengan restu dari berbagai tokoh dan organisasi masyarakat Sunda, kata dia, pengusulan pergantian nama tersebut akan dilakukan segera. Ia menilai semua elemen mendukung pergantian nama bandara menjadi Dewi Sartika.  "Arahan dari tokoh untuk segera mungkin," kata dia.

Mantan anggota DPR RI yang juga tokoh perempuan Sunda Ceu Popong menilai pengusulan pergantian nama Bandara BIJB menjadi Bandara Dewi Sartika sangat tepat dilakukan. Sebab perjuangan pahlawan nasional tersebut sangat besar untuk mendorong perempuan bersekolah dan mengenyam pendidikan.

"Dia (Dewi Sartika) satu per satu rumah didata supaya orangtua mengizinkan anak perempuan sekolah. Bangunan sekolah beliau (bangun) dengan jual semua perhiasan," kata dia.

Ia mengatakan Dewi Sartika membuat perempuan dapat mengakses pendidikan yang kala itu keluar rumah saja tidak diperbolehkan.

Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof Didi Turmudzi sangat mengapresiasi gagasan yang dilahirkan oleh para perempuan Dewi Sartika. Mereka mengusulkan pergantian nama Bandara BIJB menjadi Bandara Dewi Sartika.

"Upaya awal yang luar biasa di mata Paguyuban Pasundan yaitu usul bandara BIJB menjadi Bandara Dewi Sartika. Ini simbolisme perjuangan seorang ibu melahirkan anak berjasa tanah air. Oleh karena itu saya dan tiap orang setuju nama yang tepat Dewi Sartika," katanya.

Rencana pengusulan pergantian nama tersebut direstui oleh sejumlah tokoh masyarakat Sunda serta organisasi kemasyarakatan Sunda. Mereka diantaranya yang mendukung yaitu mantan anggota DPR RI Ceu Popong, Acil Bimbo, Netty Prasetiyani istri mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Paguyuban Pasundan, Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Damar, hingga Forum NgaDandanan Bandung.

Dalam diskusi tersebut turut hadir Ketua Umum PP AMS Rully Alfiadi dan Ketua Forum Ngadandanan Bandung Dandan Riza Wardana.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement