Jumat 22 Mar 2024 15:45 WIB

Kasus DBD di Jabar Capai 11.058 Kasus, 96 Meninggal Dunia

Kasus DBD terbanyak Kabupaten Bandung Barat, Kota Bogor, Kabupaten Bandung dan Subang

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Petugas melakukan pengasapan di permukiman
Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah
Petugas melakukan pengasapan di permukiman

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar) mencatat 11.058 kasus penyakit demam berdarah dengueu (DBD) di Jabar selama periode bulan Januari hingga Maret tahun 2024. Sebanyak 96 orang meninggal dunia akibat penyakit tahunan tersebut.

"Per tanggal 20 Maret kemarin ada kurang lebih 11.058 kasus dilaporkan dari 27 kota kabupaten dimana angka kematian 96," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Vini Adiani Dewi kepada wartawan, Jumat (22/3/2024).

Baca Juga

Bulan Maret, kata dia, kasus DBD di Jabar relatif menurun dibandingkan bulan Februari dan Januari. Ia berharap kasus DBD di Jawa Barat terus mengalami penurunan. "Kabar baiknya adalah jumlah kasus DBD dibanding Januari, Februari, Maret ini sudah berkurang. Januari ada 4.000 kasus di bulan Februari 5.000 dan di bulan Maret sampai tanggal 20 dilaporkan 500 kasus," katanya.

Vini mengatakan beberapa wilayah menjadi penyumbang terbanyak kasus DBD seperti Kabupaten Bandung Barat, Kota Bogor, Kabupaten Bandung dan Subang. Namun, kasus DBD fluktuatif ditentukan kondisi lingkungan.

"Penyakit demam berdarah sangat ditentukan oleh bagaimana situasi dan kondisi lingkungan yang mempermudah perkembangbiakan nyamuk. Kalau daerah semakin aktif melaksanakan 3M plus maka bisa langsung turun kasus," paparnya.

Vini melanjutkan, kasus kematian tertinggi di antaranya berada di wilayah Kabupaten Bandung 14 kasus, Subang 13 kasus, Bandung Barat 8 kasus dan Kota Bandung 8 kasus. Mayoritas mereka yang terserang DBD berusia antara 5 hingga 14 tahun. "Saya ingatkan kepada semua masyarakat Jabar, penyakit demam berdarah penyakit sepanjang tahun dalam kondisi kapan apun harus siap apalagi dalam perubahan iklim," katanya.

Menurutnya, pada 2022 kasus DBD mencapai 32 ribu kasus. Namun, kasus DBD tahun 2023 menurun menjadi 19 ribu kasus. "Nah tahun ini siklus tahun kedua dua tahunan meningkat," katanya

Dinkes Jabar, terus berupaya mengantisipasi dan mengirim surat edaran kepada dinas kesehatan dan rumah sakit. Pihaknya telah mengirimkan banyak abate dan lainnya kepada masyarakat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement