Sabtu 06 Apr 2024 22:50 WIB

Kementerian ATR/BPN Gandeng Rumah Amal Lakukan Penataan Kampung Pascagempa Cianjur

Masjid utama mulai direnovasi dengan balutan desain estetik karya para arsitek

Penataan kampung pascagempa Cianjur
Foto: Dok Republika
Penataan kampung pascagempa Cianjur

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---- Dua tahun pascagempa berkekuatan 5.,6 Magnitudo yang mengguncang Cianjur, terutama Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng Rumah Amal Salman telah melakukan terobosan siginifikan dalam proses pemulihan pasca gempa. 

Fokusnya, pada konsolidasi tanah. Mereka, telah berhasil menata kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah sesuai rencana tata ruang kampung yang berada di area rawan gempa. Dalam proses tersebut, Rumah Amal Salman melibatkan berbagai pihak, di antaranya, pemerintah Kabupaten Cianjur, masyarakat setempat, serta para arsitek dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB. 

Baca Juga

Namun, menurut Manager Program Abdul Aziz, tidak dapat dipungkiri bahwa proses ini tidaklah mudah. Karena, terdapat tantangan besar dalam memperoleh persetujuan masyarakat, terutama terkait dengan penghibahan (10 persen) sebagian lahan untuk kepentingan umum.

“Namanya juga penataan kampung, terdapat beberapa lahan yang mungkin jadi bergeser kepemilikan. Hal ini memang sangat menantang, sebab perlu meyakinkan masyarakat bahwa program ini akan sangat bermanfaat ke depannya,” kata Aziz.

Namun, kata dia, melalui pendekatan yang berkelanjutan dan komunikasi yang terbuka, mereka berhasil mengatasi tantangan tersebut. Saat ini, hasil kerja keras tersebut mulai terlihat nyata. Akses jalan yang semula sempit dan sulit dilalui, kini telah menjadi lebih luas dan teratur. Gang-gang di kampung tersebut juga telah diperbaiki, drainase tersusun dengan baik, dan fasilitas umum telah dibangun untuk kepentingan warga. 

Bahkan di awal ramadhan, Rumah Amal bersama mitra mulai merenovasi masjid utama dengan balutan desain estetik karya para arsitek, dan tentunya tahan akan gempa. Kegiatan tersebut sebagai bentuk hadiah agar masyarakat dapat beribadah lebih nyaman di bulan ramadhan ini.

Langkah selanjutnya Rumah Amal Salman dan mitra, kata dia, adalah akan menyerahkan sertifikat tanah baru kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum terkait kepemilikan tanah mereka, serta menjadi langkah penting dalam memastikan keberlanjutan pemulihan pasca bencana di kampung tersebut.

Rumah Amal Salman merupakan lembaga zakat yang memiliki keunikan program tersendiri. Salah satunya berkontribusi untuk penataan kampung ini. Sebelumnya Rumah Amal Salman juga pernah berkontribusi di kegiatan penanganan pasca gempa dengan membuat siteplan pemukiman di Lumajang (Jawa Timur). 

Diharapkan, kolaborasi ini akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam mengatasi tantangan pemulihan pasca bencana dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan.

“Program kebencanaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, ketika kita bisa menginisiasi dan menjembatani, meskipun dari lembaga zakat setidaknya kita tetap bisa melakukan sesuatu untuk membantu masyarakat,” kata Aziz.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement