Jumat 26 Apr 2024 17:34 WIB

Jalur Kereta Api Terimbas Longsor di Bandung Barat, Ini Lima Perjalanan yang Terganggu

Petugas KAI melakukan penanganan dan pembersihan rel dari material longsor

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Petugas menyingkirkan material longsor (Ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Petugas menyingkirkan material longsor (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Jalur rel kereta api di petak jalan antara Stasiun Cilame-Sasaksaat, Kabupaten Bandung Barat terimbas material longsor pada Jumat (26/4/2024) pukul 13.50 WIB. Terdapat tiga titik longsoran yang menimpa jalur kereta api tersebut.

"Jalur rel kereta api di petak jalan antara Stasiun Cilame- Sasaksaat Kabupaten Bandung Barat mengalami longsoran pada Jumat pukul 13.50 WIB," ujar Manager Humas Daop 2 Bandung Ayep Hanapi, Jumat (26/4/2024).

Baca Juga

Ia menyebut dampak yang terjadi lima perjalanan kereta api yang melintasi lokasi tersebut terganggu. Adapun 5 kereta api yang perjalanannya terganggu akibat dampak longsor yaitu KA 251 Serayu relasi Purwokerto-Pasar Senen ditahan di Stasiun Cilame hingga menunggu lokasi aman.

Selanjutnya, KA 146 Ciremai relasi Semarang Tawang Bank Jateng- Bandung ditahan di Stasiun Sasaksaat menunggu lokasi aman. KA PLB 7047 Pangandaran relasi Garut-Gambir posisi berada di Stasiun Bandung. KA PLB 387A Commuter line relasi Garut-Purwakarta ditahan di Stasiun Padalarang.

Terakhir KA 50 Argo Parahyangan relasi Gambir-Bandung di stasiun Plered. Pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyaman pelanggan dengan adanya jalur rel yang terimbas longsor.

"PT KAI Daop 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelanggan karena adanya jalur rel yang terdampak longsoran akibat curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Bandung Barat," kata dia.

Ayep mengatakan petugas KAI dengan sigap melakukan penanganan dan pembersihan rel dari material longsor. Sehingga pada pukul 15.32 WIB KA Serayu 251 relasi Purwokerto-Pasar Senen  pertama yang melewati petak jalan tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement